Beranda Halmahera Utara Loloda, Ngara Ma Beno yang Butuh Sentuhan

Loloda, Ngara Ma Beno yang Butuh Sentuhan

161
0
BAGIKAN

TOBELO – Loloda Utara dan Loloda Kepulauan, sekarang terus berbenah menjadi daerah yang maju, supaya tidak ada lagi kesan Loloda adalah tempat pembuangan.

Pernyataan miris tersebut, erat kaitannya dengan kondisi daerah Ngara Ma Beno (Daerah Teluk) yang jauh dari sentuhan tangan yang punya otoritas dalam membangun.

Buktinya, masyarakat masih dalam tahapan terus berjibaku dengan akses jalan yang menghubungkan Loloda Utara dan Galela, juga infrastruktur penerangan alias aliran listrik yang belum menyentuh pemukiman masyarakat.

Senada dengan keluhan masyarakat Loloda, tokoh muda daerah tersebut Berthy Sikawi dalam bincang-bincang dengan media ini menjelaskan, sejumlah permasalahan kompleks di daerahnya, harus diselesaikan secara bersama-sama, bukan hanya melibatkan dan mengharapkan pemerintah saja.

“Saya yakin masyarakat Loloda secara keseluruhan adalah masyarakat yang cerdas dan mampuh berpikir untuk bisa keluar dari kungkungan ketertinggalan. Sebab itu, mari bekerja sama dengan pemerintah dalam menyusun program-program, baik di tingkat desa dan kecamatan”, Kata Berthy.

Bagaimana caranya, lanjut pria jebolan Satya Wacana Salatiga ini menjelaskan, semua generasi muda dan masyarakat secara luas, harus pro aktif dalam mengawal penyampaian aspirasi yang bermula dari program desa.

Dia juga berharap, ada sinergitas dari partisipasi masyarakat dengan pemerintah yang bertugas mengeksekusi semua kepentingan desa.

“Tidak bisa timpang, masyarakat sudah melaksanakan kewajibannya begitu sebaliknya pemerintah daerah sebagai eksekutor. Muaranya Cuma satu, ingin memajukan daerah”, harap dia.

Tokoh muda Loloda ini yang juga maju sebagai kompetitor dalam pesta demokrasi Pemilihan Legeslatif 2019 nanti menjelaskan, loloda jangan dijadikan obyek untuk ajang berbantah-bantahan, tetapi sudah saatnya ada sentuhan-sentuhan untuk merobah wajah daerah ini.

“Kadang kala daerah Loloda dijadikan ajang perdebatan politik tapi jarang menghasilkan satu output bagi pengembangan daerah. Itu saya bisa maklumi, tetapi sudah saatnya sekarang kita merubah cara pikir kita bersama-sama, berbantah-bantahan tapi menghasilkan sebuah putusan untuk perubahan”, kata Berthy yang maju menggunakan kendaraan politik Partai Demokrat. (Enol)