Beranda Maluku Utara Pemkot Ternate Gelar Pameran Sejarah di Benteng Oranje

Pemkot Ternate Gelar Pameran Sejarah di Benteng Oranje

530
0
BAGIKAN

Gamalamnews.com – TERNATE, Upaya Walikota Ternate, Burhan Abdurahman untuk memanfaatkan benteng Oranje sebagai pusat kebudayaan sejarah dan ikon pariwisata di Kota Ternate, mulai menampakkan hasilnya.

Hal ini dibuktikan saat Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan sejumlah museum di Indonesia, Selasa (1/8/2017), menggelar pameran bersama Sejarah Perjuangan Bangsa dengan tema “Lima Abad Rempah-Rempah Menguncang Dunia” di kawasan benteng Oranje.

Walikota Ternate, Burhan Abdurahman saat memberikan sambutan pada acara pembukaan pameran di benteng Oranje  mengatakan sejak pertama kali dilantik sebagai Walikota Ternate, hal utama yang dipikirkan adalah melakukan revitalisasi benteng Oranje, sehingga dapat menjadi pusat kebudayaan dan ikon pariwisata di Ternate.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Burhan, berbagai upaya terus dilakukan, termasuk menjadikan benteng sebagai media edukasi sejarah.

Upaya itu, lanjut Burhan mendapat respon dari sejumlah pihak, termasuk Dirjen Kebudayaan, yang hari ini melaksanakan pameran yang melibatkan sejumlah museum dan UPT cagar budaya.

“Tadi saya dibisikin sama pak Direktur, tahun depan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud akan mengisi museum yang ada di benteng ini dan saya serahkan seluruh barak yang ada ini untuk diisi oleh Direktur, sehingga fort ini bisa hidup dan menarik kunjungan wisatawan ke tempat ini,” kata Burhan.

Burhan menambahkan, untuk menarik kunjungan wisata ke Ternate, Pemerintah Kota (Pemkot) akan menggelontorkan anggaran yang cukup besar dalam melakukan promosi. “Sehingga ketika wisatawan yang berkunjung kesini, ketika kembali nanti akan balik lagi kesini dengan membawa temannya yang lebih banyak lagi,”  harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Burhan juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dirjen Cagar Budaya yang telah menetapkan kota Ternate sebagai tempat  pameran bersama. “Harapan saya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di Ternate, sehingga bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda yang ingin mengetahui tentang sejarah,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Harry Widianto pada kesempatan yang sama mengatakan, kegiatan pemeran ini merupakan partisipasi dari para UPT yang ada di Indonesia dan pihaknya sudah melaksanakan kajian tentang museum rempah yang akan direalisasikan di Ternate tahun depan.

“Insya Allah kita akan didukung oleh beberapa tenaga ahli untuk bersama-sama berdiskusi tentang bagaimana nanti sajian museum rempah di Fort Oranje ini, agar bisa mewakili sejarah yang sudah 500 tahun berada di Bumi Moloku Kie Raha,” kata Harry menutup sambutannya.

Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 1 – 5 Agustus di kawasan Benteng Oranje Kelurahan Gamalama Kecamatan Kota Ternate Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Pameran ini diikuti oleh 21 Unit Pelaksana Tekhnis (UPT), yang terdiri dari Museum Nasional Indonesia, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Benteng Vredeburg, Museum Kepresidenan RI Balai Kartini, Museum Basoeki Abdullah, dan didukung oleh Direktorat PCBM dan BPCB Malut. (diskomsandi)