Beranda Maluku Utara Ketua Dewan Pers Larang Wartawan Jadi Tim Sukses

Ketua Dewan Pers Larang Wartawan Jadi Tim Sukses

498
0
BAGIKAN

Ketua Dewan Pers: Jika ada wartawan yang jadi tim sukses di 2018 agar berhenti jadi wartawan.

Gamalamanews.com – TERNATE, Momentum pemilihan kepala daerah secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk Maluku Utara, menjadi ajang kompetisi bagi calon kandidat maupun tim sukses pemenang untuk memenangkan calon mereka.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo di sela-sela seminar, Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat, di Ball Room Hotel Neraca, Selasa 29/0817, mengatakan kepada seluruh perusahan media maupun Wartawan di Maluku Utara agar tidak mendukung atau menjadi tim sukses salah satu kandidat calon Gubernur Maluku Utara.

Yosep Adi juga menegaskan kepada wartawan yang yang menjadi tim sukses calon gubernur agar cuti sementara atau mundur dan berhenti dari wartawan.

“Media jangan sampai ikut bermain politik, dan saya usulkan untuk cuti sementara atau mundur permanen dari wartawan, karena pers pada dasarnya mengabdi kepada kepentingan publik atau masyarakat, karena apabila wartawan atau media mengabdi kepada salah satu kandidat umurnya akan pendek”, tegas Yosep.

“Wartawan itu harus on the track, sesuai dengan relnya, yang mengawal kepentingan publik”.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo

Selain itu, Yosep mengingatkan kepada media yang belum terverifikasi di dewan pers agar segera memasukan berkasnya di dewan pers untuk diverifikasi”.

“Nanti diakhir Tahun 2018 seluruh media cetak, media televisi, media online dan radio sudah bisa kami verifikasi, agar supaya dewan pers bisa mengetahui berapa jumlah media online, televisi, radio dan cetak di seluruh Indonesia, sebab sekarang ini banyak sekali media baru bermunculan, dan sebagian dari media ini seperti kasusnya saracen, menyalahgunakan dan kemudian ada kepentingan yang saat ini diproses oleh polisi”.

“Dewan pers juga akan memverifikasi media-media yang benar dan melindungi media tersebut, ibarat dewan pers menyediakan tempat untuk berkumpul supaya kedepan media-media tersebut tidak dikriminalkan oleh pihak luar, tapi kalau media yang tidak terverifikasi dewan pers tidak bisa melindungi”, tutup Yosep. (HI)