Beranda Maluku Utara Lurah Bastiong Karance Didemo Warganya

Lurah Bastiong Karance Didemo Warganya

1337
0
BAGIKAN

Gamalamanews.com – TERNATE, Diduga pilih kasih melakukan pembangunan di Kelurahan Bastiong Karance, Kepala Kelurahan, Hesty Naser, didemo puluhan warganya di depan Kantor Kelurahan Bastiong Karance dan Kantor Walikota, Rabu 30/08/17.

Puluhan warga Kelurahan Karance yang melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor kelurahan dan kantor walikota tersebut meminta Walikota Ternate Burhan Abdurahman agar mencopot lurah dari jabatannya.

Warga lakukan demo di depan kantor Kelurahan Bastiong Karance

Salah satu orator massa aksi, Husain Mincok menyampaikan, selama 7 tahun menjabat sebagai Kepala Kelurahan Bastiong Karance, Hesty Nasir dinilai pilih kasih dalam pembangunan infrastruktur di beberapa RT (Rukun Tetangga) yang berada di Kelurahan Bastiong Karance.

“Lurah dinilai pilih kasih dalam pembangunan fasilitas infrastruktur, misalnya di RT 01, selama 7 tahun menjabat lurah hanya melakukan pembangunan jalan paving block sepanjang 20 meter, sementara di RT 04 semua jalan dibuat paving block, padahal setiap tahun kelurahan mendapatkan anggaran yang cukup besar, yakni Dana Pembangunan Kelurahan (DPK) ini ada apa”, tanya Husain.

Selain tidak adanya pemerataan pembangunan infrastruktur di RT Kelurahan Karance, Kepala Kelurahan juga diduga menggelapkan Anggaran Dana Pembangunan Kelurahan, ungkap Marsalino Hi Mansur, didepan Wakil Walikota Ternate, Abdullah Taher.

Wakil Walikota Ternate H Abdullah Taher berjanji akan evaluasi lurah

Sementara itu, Wakil  Walikota Ternate  H Abdullah Taher,  yang menerima massa aksi didepan Kantor Walikota, mengatakan, apa bila Kepala Kelurahan Bastiong Karance terbukti dengan semua tuntutan yang telah disampaikan oleh warga masyarakat Bastiong Karance maka akan saya berkordinasi dengan Walikota untuk melakukan evaluasi.

“Jadi hal-hal yang telah disampaikan warga masyarakat Bastiong Karance, akan saya koordinasi dengan Walikota dan kami akan melakukan evaluasi terhadap lurah yang diduga melakukan pembangunan yang tidak merata dan diduga melakukan penggelapan Dana Pembangunan Kelurahan”, tegas Wakil Walikota H. Abdullah Taher.(HI)