Beranda Maluku Utara Pakar Ekonomi, Pemerintah Provinsi Jangan Mendatangkan Presiden tapi Berhutang

Pakar Ekonomi, Pemerintah Provinsi Jangan Mendatangkan Presiden tapi Berhutang

635
0
BAGIKAN

TERNATE  – Pakar Ekonomi Provinsi Maluku Utara, Mohtar Adam, mengkritik pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam diskusi Widi Internasional Fising Turnamen WIFT 2017, yang dilaksanakan oleh DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), di Cafe Borneo, Kelurahan Takoma, Kecamatan Kota Ternate Tengah, Kota Ternate, dengan tema Ceremony atau masa depan Malut..?

Mohtar Adam menyampaikan dalam forum diskusi, Jangan dengan adanya turnamen Widi Internasional Fishing Turnament ini membawa hutang yang lebih besar terhadap pemerintah provinsi.

“Jangan karena pemerintah mau mendatangkan Presiden, semua persiapan pemerintah fasilitasi sehingga terjadi kerugian”, ungkap Mohtar.

Lanjut Mohtar, oleh karena itu pemerintah tidak membangun jalan tapi pemerintah memfasilitasi presiden untuk datang ke Maluku Utara, kami bangga Presiden datang ke Maluku utara, tapi kalau Presiden datang tetapi kita berhutang karena seorang Presiden.

Situasi diskusi

“Jangan karena kita melayani presiden, kita membatalkan membangun jalan, kita batal membangun sekolah, kita batal membangun Puskesmas, kita hormat Presiden tapi kita jauh lebih hormat kepada rakyat kita,” tutur Mohtar.

Kalau Presiden mau datang, kenapa event ini, pemerintah tidak menyerahkannya kepada Kementerian Pariwisata sehingga anggarannya dari APBN.

“Kalau Presiden mau datang Kita tahu pulau Morotai masuk dalam 10 destinasi wisata Nasional, kenapa event ini tidak dibikin di Morotai, sehingga anggarannya dikeluarkan oleh kementerian, jangan Gubernurnya dipaksa-paksa sampai gubernur mengeluarkan statement berhutang”.

Morotai Adalah pintu masuk dari perekonomian dunia, saya bermimpi pada tahun 2020 kita berharap konsulidasi Thailand, Vietnam dan India akan memperbaiki perekonomian makin membaik.

Pada tahun 2020 juga, saya berharap kepada Kadis Pariwisata untuk memelihara budaya tarian Cakalele, Togal dan Badabus, agar kultur kita terbentuk dan 2-3 tahun kedepan baru kita mengundang tamu dari luar.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Samsudin A. Kadir, menyampaikan, apa yang disampaikan oleh Pakar ekonomi Mohtar adam adalah suatu tantangan bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, untuk bisa mengembangkan Pariwisata di Maluku Utara kedepan, karena peluang dan potensi pariwisata dapat dikembangkan.

Widi Internasional Fishing Turnament (WIFT) ini menjadi istimewa meskipun sesungguhnya lomba mancing sebelumnya sudah dilaksanakan di Morotai dan Haltim.

Widi ini menjadi sangat istimewa karena keindahan pulau Widi. Widi itu menjadi impian orang karena banyak yang mengatakan pulaunya yang indah, mungkin bisa menjadi pesaing Raja Ampat, kemudian event ini menjadi event Internasional pertama kali di Indonesia.

Namun kemudian berkembang, dan ketika dilaksanakan di Morotai itu dianggap sangat sukses, suksesnya penyelenggaraan juga karena memang potensi dimorotai sangat luar biasa, Morotai mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan Alor yang saat ini sudah sangat terkenal, kemudian di Morotai sangat banyak spesies jenis ikan dibandingkan dengan Alor.

Selain itu, potensi-potensi wisata di Maluku Utara lebih baik dengan daerah-daerah lain sehingga membuat event ini menjadi event internasional, dan yang terpenting Presiden bersedia untuk datang dalam rangka acara ini.

Event pariwisata ini juga menjadi salah satu dari Nawacita yaitu Nawacita ke 6 meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, dimana sektor pariwisata akan meningkatkan daya saing memanfaatkan potensi yang belum terhadap dengan baik untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Jadi kita tahu pada tahun 2015 itu Ekosistim wisatawan mancanegara di Indonesia itu 9 juta jadi dengan sistim yang hanya 9 juta dalam RPJMN direncanakan ada 20 juta wisatawan mancanegara baru”, tutup Samsudin A Kadir. (HI)