Beranda Maluku Utara Kepala BI Malut : Silahkan Pertambangan Berkembang tapi kita lebih Mengutamakan dari...

Kepala BI Malut : Silahkan Pertambangan Berkembang tapi kita lebih Mengutamakan dari Sektor Pertanian, Perikanan dan Pariwisata

380
0
BAGIKAN

TERNATE – Perkembangan Ekonomi Maluku Utara Tahun 2017 mengalami peningkatan. Hal ini sejalan denga apa yang disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara (Malut) Dwi Tugas Waluyanto Kepada Wartawan, Kamis (21/12/2017).

Ekonomi Malut dilihat dari pertumbuhan ekonomi di 2017 terlihat bagus, hanya kita tidak boleh terlena karena kita lihat pertumbuhan, ekonomi kita tinggi itu karena salah satunya di dorong oleh Pertambangan.

“Kalau pertambangan menurut saya, tidak diapa-apain akan berkembang dengan sendirinya,” kata Dwi.

Menurut Dwi justru kedepan yang harus kita kembangkan adalah pertanian, perikanan dan pariwisata. Kita berharap yang mendominasi itu adalah dari tiga sektor itu, kita tidak boleh seperti Kalimantan yang dahulu, lebih bergantung pada pertambangan ketika harga pertambagan yang ditentukan oleh perekonomian dunia maka akan bermasalah juga untuk daerah.

“Kita tidak ingin seperti itu,silahkan pertambangan berkembang tapi kita lebih mengutamakan dari sektor pertanian, perikanan dan pariwisata,” ujar Dwi.

2017 untuk ekonomi makro itu, pertumbuhan ekonominya bagus inflasinya rendah, nah, itulah yang harus dipertahankan di tahun 2018 nanti. Tapi kita juga tidak harus puas. Perekonomian ekonomi kita tinggi tapi share pertambangan ternyata tinggi juga, bukan kita anti pertambangan tidak, pertambangan silahkan berkembang tapi akan lebih sehat kalau ekonominya sharenya didorong oleh sektor perekonomian, perikanan dan pariwisata.

“Itu sektor-sektor yang kedepan akan berkelanjutan,  pertambangan kalau diambil lama-lama kan habis, tapi kalau pertanian terus perikanan dan pariwisata itu kan berkelanjutan,” ujar Dwi kepada wartawan.

Kalau kita mengembangkan sektor-sektor itu, yang terlibat semakin banyak itulah yang disebut sebagai ekonomi inklusif yang melibatkan banyak masyarakat itu yang kedepan harus kita dorong.

Sampai akhir tahun diperkirakan pertumbuhan ekonomi Malut mencapai 7,1 sedangkan harapan di tahun 2018 itu berada di kisaran 7,1 sampai 7,4 kemudian untuk inflasi tahun ini Malut dibawah Nasional, sampai dengan Desember inflasi 1 persen saja baru capai 1.68 jadi kita masih berada di bawah Nasional.

Inflasi tahun depan memang sedikit berat karena ada pilkada, biasanya di pilkada itu konsumsi semakin banyak sehingga tekanan inflasinya makin tinggi.

“Tapi kita masih berharap inflasi 2018 Maluku Utara masih dibawa Nasional, walaupun lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi di 2017”, tutup Dwi. (HT)