Beranda Maluku Utara Cegah Terjadi Genangan, PUPR akan Lakukan Penanganan Draenase Skala Kawasan

Cegah Terjadi Genangan, PUPR akan Lakukan Penanganan Draenase Skala Kawasan

282
0
BAGIKAN
Salah satu genangan yang terjadi di Kota Ternate. Sumber Foto: Facebook

TERNATE – Akibat hujan deras yang menguyur Kota Ternate pada Senin (8/1/2018) siang kemarin, mengakibatkan beberapa kawasan tergenang hingga menuai protes dari berbagai kalangan, baik masyarakat maupun pengamat kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kota Ternate Risval Tribudiyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/1/2018), mengatakan bagaimana kita menyikapi kota tua ini memang, agak sedikit susah dengan infrastruktur, pelebaran saluran yang ada juga sangat terbatas.

Pembenahan di kawasan Rs. Darma Ibu, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, baru pembenahan pada bagian sisi selatan,
bukan pada skala kawasan. Menurutnya, ini harus digaris bawahi apalagi dengan debit hujan yang tidak teratur.

“Jadi inikan tidak bisa diprediksi banyaknya hunian  yang sangat meningkat di Kota Ternate  juga menjadi salah satu faktor terjadi genangan,” ujar Risval.

Menurutnya, untuk itu saya dan teman-teman di PU-PR juga, sudah memikirkan  tentang bagaimana cara penanggulangan genangan, karena ini masuk pada kategori genangan bukan banjir, kalau banjir itu sudah lain skalanya, sudah sangat besar, ini curah hujan selesai tidak lama kemudian surut, hal ini menandakan bahwa ada yang tidak beres pada draenase dalam perkotaan.

Khususnya kawasan Gamalama, otomatis yang harus kita sikapi adalah bagaimana penanganan pada masalah hulu, karena air yang mengalir dari area Kalumpang semuanya bermuara di RS. Darma Ibu dan kawasan Gamalama dan sekitarnya.

Selain diakibatkan terjadi penurunan permukaan tanah menurut Risval, juga disebabkan karena penyumbatan, ini juga karena kurangnya kesadaran masyarakat, misalnya di Batu Anteru  (BTN) pada saat selesai hujan  sampah-sampah berserakan yang keluar dari saluran Air.

Hal ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat kita ini, memang sedikit kurang, bagaimana merubah mindset masyarakat terhadap kesadaran membuang sampah ini kan memang sedikit rumit otomatis untuk pemerintah sendiri itu sangat sulit, kalau diatasi oleh pemerintah sendiri.

“Alangkah baiknya kalau seluruh masyarakat torang  (Kita-red) sama-sama dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, sampah juga, agar ada kesadaran hingga tidak buang sampah ke saluran draenase, agar tidak terjadi penyumbatan draenase,” Tutur Risval.

Untuk penanganannya sendiri Risval mengaku, semenjak hari ini sudah dilakukan penganan di beberapa draenase.

“Mulai hari ini kami sudah bersihkan, terutama dikawasan Kalumpang karena di Kalumpanglah yang tersumbat full,  yang paling full dilakukan pembersihan itu besok untuk penanganannya kita mengambil di kawasan rumah makan Sari Bundo, dan depan Gereja Ayam,” ucap Risval.

Lanjut dia, khususnya di kawasan terminal disebabkan terjadi genangan karena belum ada saluran air didalam terminal,  itulah yang menjadi salah satu faktor banyaknya genangan di kawasan itu.

Kita mungkin lakukan, pelaksanaan  kegiatan katanya, khusus untuk draenase kawasan, nanti kita konsultasikan dengan Komisi III maupun pimpinan DPRD terkait, karena kemarin kita sudah usulkan penanganan draenase skala kawasan, tetapi dengan segala Keterbatasan, ini tidak bisa diakomodir.

“Penanganan draenase skala kawasan ini nilainya tidak sedikit, apalagi dengan keterbatasan kemampuan daerah  tetapi nanti kita konsultasikan lagi apakah pada triwulan II ini kita sudah bisa jalan misalnya dengan mendahului anggaran dan memang ini sudah sangat penting,” tambahnya.

Selama PU-PR melaksanakan kegiatan draenase. Belum pernah sekalipun PU-PR melaksanakan penanganan draenase skala kawasan, karena memerlukan biaya sangat besar kemudian yang kedua dampak sosial.

“Karena nanti kita akan melakukan penutupan jalan full, ini harus dipikirkan, misalnya di Kalumpang, seperti yang diketahui aktifitas lalulintas tiap harinya rata-rata sangat tinggi, tapi mau tidak mau harus dilakukan, karena kalau tidak dilakukan sekarang akan mengakibatkan efek yang jauh lebih besar,” tegas Risval. (HT)