Beranda Maluku Utara Anggaran Perawatan Landmark Capai 150 Juta

Anggaran Perawatan Landmark Capai 150 Juta

434
0
BAGIKAN
Salah satu petugas sedang merawat kolam air mancur di landmark

TERNATE – Pemerintah Kota Ternate (Pemkot), melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Tahun 2018 mendapat kucuran anggaran sebesar 150 juta, khusus untuk perawatan Landmark juga honor petugas.

“Tahun ini PUPR mendapat 150 juta, Maintenance untuk Kolam dan honor petugas untuk Tiap Minggu 2 kali pembersihan kolam.

“Tiap hari threatment air kolam agar air kolam tetap jernih,” ujar Kadis PUPR Risval Tribudiyanto, Jumat (19/1/2018).

Lanjut Risval,  Ada 15 pekerja yang khusus menangani Landmark, mereka diberi honor perbulan bervariatif juga honor jaga malam plus pembersihan kolam itu perorang Rp.750.000 per bulan.

Kata dia, tiap malam para petugas selalu melakukan penjagaan, bahkan tidur di ruang operasional Landmark demi untuk menjaga aset daerah. Namun Alhamdulillah kesadaran masyarakat tentang rasa memiliki Landmark Ternate sudah cukup tinggi.

Beberapa petugas rutin menjaga kebersihan Kolam air mancur Landmark Ternate agar tetap bersih

“Sehingga mereka hanya melakukan pengontrolan via kamera cctv yg tersedia dalam ruangan, berbeda dengan awal-awal petugas harus melakukan pengumuman dan patroli untuk menegur langsung pengunjung,” ucap Risval.

Menurut dia, PUPR hanya melakukan Pemeliharaan kolam dan air mancur terkait dengan pengelolaan tentang sewa Landmark sesuai regulasi itu diserahkan kepada Dinas Pemdapatan Daerah (Dispenda) karena menyangkut PAD.

“Kemarin sementara disiapkan regulasi tentang penyewaan Landmark karena belum ada regulasi tentang sewa Landmark,” tambah dia.

Kolam Air yang berada di Landmark kalau tidak dirawat dengan baik kata Risval, akibatnya pasti keruh, berjamur, kotor dan berwarna hijau, otomatis akan mengganggu sirkulasi pompa, pompa bisa tersumbat di filter dan mengakibatkan pompa tidak berfungsi.

Coba perhatikan air di kolam benteng oranje,
Itulah kalau airnya tidak di threatment, akan seperti itu. Air kolam Landmark juga di jaga tingkat PH airnya, harus selalu dalam tahap balance.

Air kolam Landmark sejak Desember 2016 belum pernah diganti. Bila sewaktu-waktu PH air rendah atau tinggi maka di threatment menggunakan soda api cair agar PH air kembali normal.

“Bila PH air over dalam artian melebihi PH normal, bisa mengakibatkan kerusakan pada pompa air mancur, begitu juga bila PH air rendah,” jelas Risval. (HT)