Beranda Halmahera Selatan Kahar Ingatkan Kembali ASN dan Kepala-Kepala Desa

Kahar Ingatkan Kembali ASN dan Kepala-Kepala Desa

436
0
BAGIKAN

LABUHA – Ketua Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Kahar Yasin, kembali mengingatkan kepada ASN dan kepala-kepala desa, agar jangan bermain-main dengan aturan yang telah disosialisasikan melalui edaran.

Kahar, juga tak tanggung-tanggung menjabarkan semua isi undang-undang yang telah mengatur aturan tersebut, dimana didalamnya terdapat sangsi pidana jika dilanggar oleh ASN dan kepala desa.

“Aturannya jelas, maka harus sama-sama kita patuhi,” ujarnya saat berpidato pada acara deklarasi penolakan politik uang dan politisasi SARA.

Maka dengan berkeyakinan, bahwa proses Pilkada di Halsel akan mengalami proses perubahan, jika semua mentaati aturan yang telah diatur.

“Dengan deklarasi ini, semua bisa satu presepsi untuk sama-sama tolak politik uang dan politisasi SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan). Politik uang ada pidana dan politik SARA ada pidana,” jelasnya.

Dirinya juga berharap agar ASN dan para kepala-kepala desa yang ada di Halmahera Selatan ini tidak terlibat dalam politik praktis karena jika kedapatan maka akan konsikuensinya pidana, karena ada undang-undang yang mengatur.

“Pilih pemimpin dengan mata hati jangan pilih pemimpin dengan mata uang,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba menyampaikan, saat ini pihaknya sudah siap untuk mengawal perhelatan akbar tersebut, hal ini dikarenakan dalam undang-undang pilkada yang sudah diatur, dimana syarat-syaratnya dengan tegas mengatakan agar menghindari politik uang dan juga politisasi SARA.

“Halmahera Selatan sudah siap untuk menghadapi pesta demokrasi 2018 yang sekarang sudah berjalan semua tahapannya”, kata Bupati.

Mantan Ketua DPRD Halsel dua priode ini juga mengatakan bahwa masa lalu di Halsel terkait dengan pilkada ditahun-tahun sebelumnya agar bisa dilupakan dan jadikan sebagai pengalaman yang berharga dan tidak terulang kembali pada Pilgub di 2018 ini.

“Adanya politik uang dan Politisasi SARA akan dapat merusak kehidupan berdemokrasi di Indonesia terutama kita di Halsel, dan semoga tidak ada dusta diantara kita dalam hal mengawal Pilkada ini agar kita sebagai pelaku-pelaku politik dapat selalu menjaga kedamain dan juga menjaga apa yang menjadi aman,” ungkapnya.

Bahrain juga mengingatkan kembali Kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para kepala-kepala desa untuk tidak ikut berpolitik, karena sudah ada larangan dari Menpan.

Selaku pimpinan di Halsel, dirinya akan selalu menjaga amanah itu, dan berharap agar semua dapat mematuhi peraturan yang ada, serta dapat menunjukan bahwa Politik 2018 Halsel lebih pada politik yang santun, politik yang menghasilkan kedamaian, dan Halsel sudah tidak dijuluki dewa ruci lagi.

“Semoga kita bisa menjaga dan selalu menjalin kerjasama dengan baik agar Pilgub 2018 ini bisa berjalan sesuai dengan yang kita inginkan,” harap Bahrain. (Raja)