Beranda Maluku Utara Menteri Terbaik Dunia, Sri Mulyani akan Kunjungi Kantor Bea Cukai

Menteri Terbaik Dunia, Sri Mulyani akan Kunjungi Kantor Bea Cukai

512
0
BAGIKAN

TERNATE – Dalam rangka kunjungan Ke Maluku Utara (Malut) tanggal 7-9 maret 2018 nanti Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani akan mengunjungi kantor Kepabeanan Bea dan Cukai (Beacukai) Ternate, kunjungan itu pula akan fokus pada pertumbuhan ekonomi Malut, dan juga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Morotai.

Kepala Seksi Kehumasan beacukai Ternate,  Soma Baskoro,  ketika dikonfirmasi, Senin (5/1)  mengaku,  Kunjungan Menteri Keuangan Sri Mulyani akan memonitoring program kerja keuangan di Malut,  terutama pada sektor keuangan dan Perekonomian, dalam kunjungan yang dlakukan nantinya menjadi catatan bagi Bea dan Cukai Ternate untuk terus tingkatkan kinerja pelayan dan pengawasan Bea cukai di Malut.

Menurutnya, banya hal yang menjadi sorotan terutama pada kinerja keuangan seperti Pajak,Bea Cukai dan lainnya sehingga kita akan benar-benar memanfaat kunjungan ini untuk meningkatkan layanan kerja untuk wilayah Malut.

“Jadi jika tidak berubah materinya kurang lebih Menteri akan memberi arahan sekaligus memonitor para satuan kerja kementerian keuangan yang ada di Malut mengenai program kerja, penerimaan dari pajak, bea cukai, PNBP, jumlah belanja kementrian/lembaga, transfer daerah, dana desa, dan usaha-usaha apa yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan dan akselerasi kualitas penyaluran belanja,” jelasnya.

Oleh karena itu,  khusus Bea Cukai sendiri Menteri akan memonitor fasilitas gedung kantor, dan capaian kinerja maupun prestasi, lanjut dia,  tantangan yang dihadapi dalam pencapaian target penerimaan, program-program strategis yang harus dicapai, “Seperti kelanjutan ekspor ikan langsung dari Malut dari tobelo dan Sula,”ungkapnya.

Sementara itu,  untuk mendorong ekspor selain komoditi tambang, dan juga komoditi pertanian karena Malut kaya akan hasil rempah-rempah sehingga hal ini yang nantinya diupayakan untuk dapat melajukan ekspor dari Malut bukan lagi dari Daerah lain. “Seperti pala, cengkeh, kopra dan pisang, kemudian mendorong penerimaan bea keluar diluar komoditi nikel,” harapanya.

Lanjutnya, kemudian mendorong pemprov dan instansi terkait, seperti Badara Babullah Ternate,  hal ini akan diadakan diskusi bersama Menteri keuangan dalam perkembangan Malut kedepan untuk itu akses mbandara juga menjadi peran utama dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di Malut. “Merubah Bandara Babullah menjadi bandara internasional,” katanya.

Kemudian yang terakhir berperan aktif dalam terselenggaranya Kawasan Ekonomi Khusus Morotai, ini juga menjadi dorongan kita dalam pertumbuhan ekonomi Malut. (Ty)