Beranda Hukrim Oknum Dosen Diduga Pungli, HIMABIN “Bergerak”

Oknum Dosen Diduga Pungli, HIMABIN “Bergerak”

1322
0
BAGIKAN
Aksi HIMABIN, protes dosen diduga pungli

TERNATE – Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABIN) menggelar aksi protes atas dugaan pungli yang dilakukan oknum dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Dalam aksi yang melibatkan semua mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia itu dimulai sekitar pukul 7:30 WIT, Rabu (07/03/18) di depan Aula Banau Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan FKIP Unkhair.

Pihak Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyikapi masalah dengan cepat, dan langsung mengadakan hearing terbuka bersama massa aksi.

Pihak kampus berjanji akan menyelesaikan masalah dalam seminggu. Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Dr. Ar. Tolangara mengatakan memberikan kesempatan ke pihak dekan untuk meyelesaikan masalah. “Berikan kesempatan ke kami selama seminggu untuk meyelesaikaan masalah yang terjadi, kami akan adakan aturan untuk menyikapi masalah pungli”, ujarnya.

Kordinator lapangan Husen Mahmud mengatakan masalah yang terjadi di program studi Bahasa Indonesia sangat banyak, salah satunya masalah pungli yang diduga melibatkan tenaga pengajar. “Harapan dari aksi yang dibangun oleh mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia adalah masalah pungutan liar yang ada di program studi pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang menyeret salah satu oknum dosen yakni bapak Drs. Mansur Hasan M. Pd yang telah melanggar berbagai peraturan akademik di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan”, cetusnya.

Dia menambahkan, dosen yang bersangkutan harus keluar dari program Studi Bahasa Indonesia. “Kami mengharapkan kebijakan dari pihak Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bisa segera memanggil kemudian menyelesaikan persoalan pungutan liar tersebut. Serta mencopot Drs Mansur Hasan dari program study Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dia tidak pantas sebagai pendidik sebab mencerminkan hal negatif, bukan cuman kali ini dia lakukan tetapi sudah berulang-ulang kali,” ujarnya.

Menurutnya jika tuntutan tidak diindahkan maka akan dilakukan aksi lanjutan yang lebih besar dan memboikot aktifitas belajar mengajar.

“Dosen tersebut terlalu banyak menyusahkan dan menyengsarakan mahasiswa baik secara psikologi maupun finansial dan jika tuntutan ini sampai tidak diindahkan dan dibiarkan berlarut-larut, maka kami mengambil sikap akan memboikot seluruh aktifitas belajar mengajar diprogram studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,” ungkapnya. (HT)