Beranda Halmahera Selatan Terminal Babang Butuh Rp 3 Miliar

Terminal Babang Butuh Rp 3 Miliar

634
0
BAGIKAN
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan, Soadri Ingratubun

LABUHA – Untuk melakukan pembenahan Terminal Angkutan Kota (Angkot) yang terletak di Desa Babang Kecamatan Bacan Timur, pemerintah daerah setidaknya membutuhkan Rp 3 miliar untuk pembenahan kembali.

Pasalnya, terminal yang dibangun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), sejak tahun 2013 dengan anggaran yang ditaksir miliaran rupiah itu hingga kini tidak dapat digunakan.

Amatan Gamalamanews.com dilokasi terminal yang dibangun lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2013 ini terlihat jelas tak berfungsi.

Terminal yang semestinya menjadi sentral transportasi masyarakat Pulau Bacan khususnya masyarakat Kecamatan Bacan Timur saat ini ditumbuhi rumput liar sehingga areal terminal tidak nampak lagi. Bahkan ruang tunggu terminal juga sudah tidak terurus.

“Bagaimana terminal ini difungsikan, kondisinya juga sangat tidak layak makanya seluruh sopir angkot tidak pernah parkir di areal terminal. Kami memilih parkir di luar terminal,” kata salah satu sopir angkot kepada wartawan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan, Soadri Ingratubun saat dikonfirmasi mengatakan, pembangunan terminal Babang sudah lama dibangun namun belum representatif untuk digunakan.

Dirinya berencana di tahun 2019 mendatang mengusulkan anggaran untuk diperbaiki.
“Dishub tetap komitmen untuk benahi sehingga dapat digunakan makanya dalam rencana kerja di tahun 2019 kembali diusulkan perbaikan terminal Babang,” ungkap Soadri, Rabu, (07/03).

Sambangnya, meski kondisi terminal Babang ditumbuhi rumput liar dan tak terurus, pihaknya tidak dapat melakukan pembersihan lantaran di tahun anggaran 2017 maupun 2018 tidak ada alokasi anggaran untuk perawatan terminal.

Untuk mengaktifkan kembali terminal Babang Dishub membutuhkan anggaran senilai 3 miliar rupiah, sehingga Dishub dapat melakukan pembenahan secara total secara langsung dan dapat dimanfaatkan.

“Dengan kondisi saat ini maka anggaran yang dibutuhkan untuk pembenahan terminal Babang ini ditaksir sebesar Rp 3 miliar,” pungkas mantan camat Kecamatan Kayoa itu.(Raja)