Beranda Maluku Utara Gerakan Aksi Front Perempuan Maluku Utara Perempuan Bergerak, Lawan Diskriminasi

Gerakan Aksi Front Perempuan Maluku Utara Perempuan Bergerak, Lawan Diskriminasi

487
0
BAGIKAN
Gerakan Aksi Front Perempuan Maluku Utara Perempuan Bergerak, Lawan Diskriminasi

TERNATE – Front Perempuan Maluku Utara menggelar aksi tuntutan dalam rangka menyambut Hari Perempuan Internasional (Women March Day/IWD) yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2018.

Aksi long march bertajuk “Perempuan bergerak lawan kekerasan, diskriminasi, intoleransi, pemiskinan dan penghancuran ekologi”, dimulai dari taman Nukila Ternate ke pasar tradisional Bahari Berkesan Gamalama Ternate dan dilanjutkan ke kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate.

Menurut koordinator aksi Kamis (8/03/2018) Gamaria Mansur, kepada awak media mangatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menuntut hak perempuan yang selama ini termarjinalisasikan.

Fenomena kekerasan seksual terhadap perempuan bukan merupakan cerita baru, sebab secara historis tindak pemerkosaan dan pengobjekan terhadap tubuh perempuan sudah sudah eksis sejak beratus abad silam.

Berdasarkan data dari Komnas Perempuan pada 2017 terdapat 2.290 kasus dan penanganannya juga masih bersifat kasuistik.

“Sementara anggapan sosial terhadap tubuh perempuan tidak pernah digugat, padahal kekerasan seksual merupakan kejahatan struktural yang lahir dari kondisi sosial-kultural dan politik ekonomi”, tegas Gamaria.

Masih kata Gamaria, Berdasarkan pada fenomena tersebut, maka pada momentum Hari Perempuan Internasional 8 maret 2018 ini kami dari Front Perempuan Maluku Utara mengajak semua perempuan dan laki-laki untuk melibatkan diri dalam perjuangan penghapusan tindak kekerasan, diskriminasi, intoleransi, pemiskinan dan penghancuran ekologi.

Gamaria menambahkan, memang tidak semua laki-laki memperkosa, tapi fakta bahwa beberapa laki-laki memperkosa telah menjadi momok bagi semua perempuan. “Perempuan adalah ibu dan ibu adalah bumi, maka kita semua bertanggungjawab untuk mewariskan bumi yang sehat dan layak dihuni bagi semua generasi”, pungkasnya. (Ty)