Beranda Maluku Utara Menkeu Sri Mulyani Sebut ini Alasan Kenapa Malut Menjadi Provinsi Paling Bahagia

Menkeu Sri Mulyani Sebut ini Alasan Kenapa Malut Menjadi Provinsi Paling Bahagia

1954
0
BAGIKAN

TERNATE – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani  mengatakan angkat pertumbuhan ekonomi Kota Ternate paling tinggi di Indonesia, sedangkan yang paling rendah adalah Kabupaten Pulau Taliabu.

Hal itu ia sampaikan saat rapat Koordinasi MenKeu dengan para kepala daerah se-Malut dalam rangka memantau pengelolaan dan sosialisasi dana desa, di aula Grand Dafam Hotel, Kamis (8/3/2018).

Menteri terbaik se-Dunia ini mengatakan, perekonomian Provinsi Maluku Utara yang diukur dari nilai Produk Domestik Regional Bruti (PDRB) atas harga berlaku sekarang sudah mencapai Rp 7,7 triliun dibanding nasional yang berada di kisaran Rp 13,820 triliun.

“Petumbuhan ekonominya bahkan lebih tinggi, jadi ketika pertumbuhan ini terus lebih tinggi, maka angka dari kue ekonomi Maluku Utara makin lama makin akan membengkak terhadap nasional,” ucapnya saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah yang mengikuti kegiatan tersebut.

Meski begitu, Sri Mulyani justru khawatir dari sisi inflasi yang masih sedikit lebih tinggi di atas nasional yang diikat dengan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan yang berada di bawah nasional. Kata dia, dari sisi PDRB, paling tinggi adalah Kota Ternate dan paling Rendah Kabupaten Taliabu, yaitu 7,8 triliun, Taliabu 61,06 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi yang dekat dengan Ternate adalah paling besar sehingga bisa tumbuh 8 persen, dan inflasinya paling rendah yakni Ternate, sedangkan dari kabupaten yang paling rendah adalah Halmahera Utara,” sambungnya lagi.

Sedangkan Kabupaten Halmahera Tengah, pertumbuhan ekonominya justru mencapai diatas angka 11 persen atau masih di atas Ternate yang hanya 8 persen dan nasional berada pada posisi 5.0 persen.

“Jadi anda sudah sangat tinggi sekali, dan inflasi tadi disampaikan Ternate adalah termasuk yang terendah dibandingkan kabupaten kota yang lainnya,” jelasnya.

Jika dilihat dari sisi kondisi kesejahteraan masyarakat kata dia, Kota Ternate semestinya paling rendah hanya 2,73 dan ini sudah termasuk yang paling terendah di dunia.

“Itulah makanya anda happy, karena di dunia itu penduduk miskin di bawah 2,5 itu dianggap sudah tidak ada orang miskin, namun Haltim memiliki tingkat kemiskinan di atas nasional 15,25 persen, gini ratio di sini lebih rendah dari nasional, dan yang paling terkecil adalah Kota Tidore, dan yang paling besar kesenjangannya adalah Haltim,” tambahnya.

Ia menjelaskan, Kota Ternate harus mampu mengurangi angka pengangguran. “Saya lihat mungkin nanti orang akan banyak migrasi ke Ternate, dengan jumlah penduduknya meningkat, maka tingkat pengangguranya sulit untuk turun ke bawah. Ini saya belum lakukan investigasi, tapi kalau lihat angkanya saya ambil, mungkin karena ini perkotaan orang kemudian tertarik untuk datang ke sini,” ucapnya. (HT)