Beranda Halmahera Utara Polres Halut Siap Kawal Hasil PILGUB di Lokep dan Lolut, Kedapatan Ada...

Polres Halut Siap Kawal Hasil PILGUB di Lokep dan Lolut, Kedapatan Ada Anggota yang “Masuk Angin” Terancam di Pecat dan Penundaan Kenaikan Pangkat

272
0
BAGIKAN
Kabag Ops Polres Halut, Kompol J. Metariang.

TOBELO – Terkendala masalah rentang kendali jarak yang memafaatkan akses transportasi laut (antar pulau) yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dalam “main curang” soal hasil Pemilu Kada Gubernur 27 Juni nanti di Kecamatan Loloda Utara dan Loloda Kepulauan, menjadi pekerjaan rumah pihak Kepolisian Resort Halmahera Utara.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Komisaris Polisi J. Metariang kepada media online GamalamaNews.com, sore tadi (12/06) di ruang kerjanya.

Metariang mengatakan, pihaknya juga akan melibatkan Satuan Polisi Air untuk melakukan kontrol dengan memanfaatkan armada mereka yang ada. “Armada speed boat yang mereka punyai, kita akan fungsikan dalam rangka tugas mobile pengawalan hasil suara Pilgub nanti”, kata Kabag Ops.

Terkait keterlibatan pengamanan anggota di Tempat Pengumutan Suara (TPS), lanjut Kabag Ops, pihaknya sudah mendata dan akan menempatkan satu orang pesonil di masing-masing TPS. “Kita sudah mempunyai data, untuk Loloda Utara ada 19 TPS dan Loloda Kepulauan 12 TPS. Keseluruhan TPS akan kita tempatkan anggota di sana”, jelas pria berpangkat satu bunga bakung tersebut.

“Kita juga akan mengarahkan anggota kita untuk sebisa mungkin mengambil dokumentasi hasil perolehan suara, yang menjadi arsip Kepolisian”, tambah dia.

Video dan foto hasil perolehan suara yang di peroleh dari TPS, dijelaskan oleh Kabag Ops, merupakan konsumsi internal pihaknya, yang kalau ada kecurangan nantinya akan di buka dan dipubilkasikan. “Itu adalah arsip kita. Yang kalau diperlukan jika terjadi kecurangan, maka kita akan buka dan publikasikan kepada masyarakat luas. Kita belajar dari semua pengalaman-pengalaman yang mencoreng pelaksanaan pesta demokrasi”, jelasnya.

Metariang juga mengingatkan secara keras persoalan netralitas anggota kepolisian. “Jika anggota kita ada yang “masuk angin” dan mencoba bermain-main, maka resiko di tanggung sendiri. Konsukuensinya, bisa di pecat dan di tunda kenaikan pangkatnya”, kata Kaba Ops tegas. (Nold)