Beranda Maluku Utara Baliho Ucapan Selamat Kemenangan AHM-RIVAI Diturunkan, Sawaludin Pertanyakan apa Maksud Polda

Baliho Ucapan Selamat Kemenangan AHM-RIVAI Diturunkan, Sawaludin Pertanyakan apa Maksud Polda

2116
0
BAGIKAN
Sawaludin Damopoli

TERNATE – Baliho Ucapan Selamat Kemenangan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Maluku Utara yang ditujukan kepada Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-RIVAI) terpasang di beberapa titik Kota Ternate, informasinya diduga diturunkan atas dasar perintah dari Polda Malut.

Hal ini diutarakan oleh juru bicara (Jubir) AHM-RIVAI Sawaludin Damapoli, yang ingin mempertanyakan sikap Polda yang menurutnya sudah terlalu jauh.

“Saya ditelpon dari pak Iqbal Rurai (Ketua DPD 2 Golkar Kota Ternate) dan juga Wakil Bupati Halmahera Barat Ahmad Zakir Mando, untuk menyuruh saya menurunkan ucapan selamat kemenangan kepada AHM-RIVAI, katanya atas perintah dari Polda Malut ” ungkap Sawaludin Kamis (5/7/2018) kepada GamalamaNews.com

Selain itu ia juga menambahkan bahwa, tidak hanya dari internal partai yang mendapatkan telepon dari pihak Polda untuk menurunkan baliho, pihak Bawaslu Maluku Utara juga menelpon dirinya dengan hal yang sama, yakni menyuruhnya menurunkan baliho ucapan selamat atas perintah dari Polda Malut.

“Tidak hanya dari pihak internal Golkar, tetapi Bawaslu juga menelpon saya dengan hal yang sama, yakni menurunkan baliho, padahal menurut pihak Bawaslu sendiri ucapan itu tidak masalah, tetapi karena desakan dari Polda Malut maka pihak Bawaslu menyampaikan pada saya”, jelas Sawal.

Sawal menegaskan, bahwa ucapan selamat dalam bentuk baliho yang ditujukan kepada AHM -RIVAI bukan sekedar opini, tetapi berdasarkan hasil pleno 10 Kabupaten Kota Maluku Utara.

“Ucapan selamat kepada AHM-RIVAI itu bukan sekedar opini, ucapan ini memiliki dasar dari hasil pleno resmi di 10 Kabupaten Kota Maluku Utara”, kata dia.

“Kalau hari ini dari Polda Malut memerintahkan masyarakat dan beberapa pihak yang mengucapkan selamat kepada AHM-RIVAI untuk menurunkan baliho, maka tindakan Polda patut dipertanyakan, karena ini ada keganjilan, kok Polda bisa sejauh itu mengambil langkah “, tambahnya. (HH)