Beranda Komunitas Musik Corner Season 14, Anak Muda Ternate dan Kreatifitasnya

Musik Corner Season 14, Anak Muda Ternate dan Kreatifitasnya

868
0
BAGIKAN

TERNATE – Kemeriahan dirasakan warga kota Ternate saat menghadiri acara Music Corner Season 14 yang digagas oleh Tarada Creative, sekelompok seniman asal Tidore, pada Sabtu 11/08/2018 lalu di Benteng Oranje Ternate.

Acara yang dimulai pukul 16:00 WIT itu tidak hanya menyuguhkan musik, tapi juga berkolaborasi dengan seni dan kreativitas lainnya.

Line up dan konsep yang unik menjadi magnet yang membuat pengunjung enggan beranjak hingga acara selesai pada pukul 01:00 WIT.

Music Corner Season 14 itu tidak hanya dihadiri kaum millennial, namun dihadiri Wakil Wali Kota Ternate H. Abdullah Tahir, SH beserta beberapa petinggi Pemkot yang terlihat berbaur dengan para penonton.

Kehadiran Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan tersebut, sekaligus mengajak kepada generasi muda agar terus semangat berkarya.

“Atas nama Pemerintah, saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Ini kegiatan yang sangat bermanfaat bagi generasi muda dan masyarakat Kota Ternate,” tuturnya, saat memberikan sambutan, sembari mengingatkan agar para pemuda menjauhi narkoba dan minuman keras.

Benteng Oranje yang dipilih sebagai lokasi acara telah ditata sedemikian menarik dengan perpaduan panggung, audio visual, lighting dan mini expo sehingga memberikan sensasi tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Tak hanya mengandalkan performance di panggung utama, Music Corner juga memberi ruang bagi para entrepreneur muda untuk mempromosikan produk mereka pada beberapa booth yang telah disediakan.

Founder Music Corner, Herman atau yang lebih dikenal Babang Eros saat memberikan sambutan mengatakan bahwa, Music Corner adalah wadah yang memberikan ruang bagi para pegiat seni dan ekonomi kreatif di Maluku Utara untuk membuat panggung/pasar mereka sendiri tanpa berharap pada pihak lain terutama pemerintah. “Pasar Bisa Kita Ciptakan” teriak Eros lantang, mengutip penggalan syair lagu Efek Rumah Kaca yang menjadi visi mereka.

Eros berharap, Music Corner tidak hanya melulu berisi hiburan musik, “Acara ini terbuka dan siap menjadi media bagi siapa saja untuk berkarya”, pungkasnya.

Di kesempatan itu pula, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ternate Thamrin Marsaoly, SP, M.Si menyampaikan apresiasinya dan berharap ke depan dengan dukungan Pemkot, dapat diselenggarakan acara Music Corner yang lebih besar lagi dan mengakomodir lebih banyak kreativitas.

“Insya Allah kami akan memberdayakan adik-adik yang punya bakat dan kreativitas ini pada event-event seni budaya seperti HJT (red: Hari Jadi Ternate),” tutur Thamrin yang menyaksikan acara ini hingga selesai.

Para pengunjung merasa betah mengikuti acara ini sampai selesai. Tidak hanya larut dalam euforia musik, pengunjung juga diajak untuk turut memberikan bantuan pada korban gempa bumi di Lombok.

Sejenak suasana menjadi hening dan penuh haru saat beberapa sastrawan muda, diantaranya M Haykal dan Teguh tampil membacakan puisi. Salah satu puisi yang dibacakan berjudul “Inaq dan Amak di Negeri Sasak” yang didedikasikan untuk korban gempa di Lombok.

Acara yang dipandu host kocak, Bams Conoras ini berhasil membuat pengunjung rela bertahan meski sempat diguyur hujan. Penampilan Koko Mayer adalah salah satu penampilan yang ditunggu-tunggu. Aksi koko di panggung saat menyayikan lagu india, koi mil gaya, ost kuch-kuch hota hai, dengan menirukan karakter suara Rahul, Tina dan Anjani membuat tawa penonton pecah.

Acarapun semakin meriah lewat suguhan penampilan RnR Tribute, Treeshome, Sibabelule dan JAM Band membuat panggung music corner semakin larut semakin memukau. Penampilan para musisi multi genre ini disempurnakan dengan penampilan Rio Basir di akhir acara. Terasa harmonisasi antara penonton yang datang dengan acara yang berlangsung. Semua pulang dengan harapan event ini akan digelar lagi.

Event yang digelar oleh Tarada Creative itu, ternyata mendapat respon baik dari semua kalangan. Salah satunya datang dari Sofyan Daud. Dengan memberikan apresiasi besar kepada Tarada Creative karena punya keberanian untuk tampil dan berbagi bersama teman-teman krator yang ada di Ternate.

“Sebagai tambahan ada dua hal yang menarik menurit saya. Pertama justru komunitas yang ingin tampil disini adalah banf inti dari Tidore. Apresiasi yang besar sekali patut saya sampaikan dan berikan ke mereka karena ada satu keberanian atau keinginan mereka untuk bis tampil menyemangati dan berbagi dengan teman-teman krator di Ternate,” kata Abang Sof sapaan akrab Sofyan Daud.

Hal kedua, kata Abang, suatu bentuk kerja sama yang baik, karena teman-teman komunitas atau persorangan yang saling memberikan kepedulian. “Katakanlah miniriti kreativitas di Ternate mau membantu mewadahi ini sehingga kegiatan ini bisa berjalan. Saya kira bentuk kerjasama antar komunitas ini harus dibina kedepan. Apresiasi dan banyak salut teman-teman di Tidore yang mau berbagi melakukan road show disini, dan juga apresiaasi buat teman-teman di Ternate yang mau memberikan ruang sehingga kegiatan ini terselenggarakan,” tuturnya.

Abang juga, memberikan apresiasi dari pemerintah daerah. Sebab menurut Abang, ini merupakan sesuatu yang positif dan bukan sekedar kebutuhan tapi lebih pada tuntutan, karena Ternate adalah kota yang disana sini mulai dibenahi melalui konsep smart city. Karena Ternate merupakan kota yang menjadi orentasi seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.

“Ternate sudah seharusnya mengakomodir secara lebih serius dinamika krativitas kaum muda. Komunitas maupun perseorng yang ingin memberikan karyanya di Ternate. Saya kira kedepannya ini harus diwadahi. Paling tidak kedepannya ada dukungn dari pemerintah dan juga relasi pemerintah agar bagimana event seperti ini menajdi event berkala. Baik satu kali dalam setahun atau bagimana, yang penting ada tempat dan bisa dibenahi,” jelasnya. (RLS/SS)