Beranda Advetorial Pulau Hiri, Pulau Pertama di Dunia yang Menjadi Pulau Layak Anak

Pulau Hiri, Pulau Pertama di Dunia yang Menjadi Pulau Layak Anak

1249
0
BAGIKAN
Foto : Bucek Humas for Gamalamanews.com

TERNATE – Kecamatan Pulau Hiri yang memiliki luas wilayah 12,96 Km2, dengan jumlah jalan mengelilingi pulau 9,2 Km dan berbukit -bukit, juga dengan jumlah penduduk 30.064 Jiwa, 759 Kepala keluarga, dan jumlah anak mencapai 10.033 merupakan aset potensial juga pilar pembangunan yang menjadikan pulau Hiri sebagai Pulau Layak anak dengan 24 dikantor yang harus di penuhi.

Hal ini menjadikan Hiri menjadi pulau pertama yang dijadikan pulau layak anak di Indonesia juga di Dunia, ungkap Yohana dalam sambutannya di Pulau Hiri.

“Pencanangan Pulau Layak Anak ini merupakan yang pertama kali di Indonesia, dan juga pertama kali di dunia, saya sering ikut konfensi PBB ini yang pertama dan akan saya sampaikan nanti jika ikut konfensi hak anak Internasional. Kemarin Kota Ternate baru saja mendapatkan penghargaan Pratama, saya harap kedepannya keberhasilan yang dicapai dapat terus meningkat ke tingkatan Madya, Nindya, Utama, dan kelak bisa mencapai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA),” ujar Menteri Yohana dalam sambutannya pada acara Deklarasi Pulau Hiri menuju Pulau Layak Anak, Pulau Hiri, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Ia juga menambahkan agar anak dapat mendapatkan hak anak, seperti informasi, bermain, belajar, tidak mendapatkan kekerasan terhadap anak juga orang tua dapat membatasi penggunaan handphone kepada anak yang  umur 13 tahun ke bawah.

“Anak-anak itu harus dapat hak mereka, seperti hak informasi, belajar, bermain, tidak  mendapatkan kekerasan dan para orang tua, tidak memberikan akses internet seperti penggunaan HP karena nanti merusak masa depan mereka, jadi untuk anak yang dibawah 13 tahun jangan berikan handphone”, ujar Yohana.

Setelah itu, menutup kunjungannya di Pulau Hiri Menteri Yohana di dampingi oleh Walikota Ternate, Burhan Abdurahman dan Deputi TKA, Lenny N Rosalin beserta jajaran melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi beberapa stand kerajinan hasil olahan ikan dari ibu-ibu Pulau Hiri, mengunjungi BI Corner Pulau Hiri serta mengunjungi kegiatan menggambar mural bersama Forum Anak. (HH)