Beranda Maluku Utara BKKBN Provinsi Malut dan DKKB Morotai Gelar Kegiatan Sosialisasi Genre Ceria

BKKBN Provinsi Malut dan DKKB Morotai Gelar Kegiatan Sosialisasi Genre Ceria

605
0
BAGIKAN

MOROTAI – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Malut, bersama Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Pulau Morotai, Sabtu (1/9). Bertempat di Taman Kota Daruba kecamatan Morsel, menggelar kegiatan Sosialisasi pembagunan keluarga Genre Ceria, dengan tema ”Cinta Terencana, Cinta Keluarga, dan Cinta Indonesia”.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos,. Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN pusat, Ibu Eka Sulistia Ediningsih, Ketua TP PKK Pulau Morotai, Sherly Tjoanda, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Puput Riyatno, Forkompimda, Sstaf khusus dan staf ahli, para kabag, puluhan pimpinan SKPD, Ketua MUI, serta siswa dan siswi SMP dan SMA.

Direktur Bina Ketahanan Remaja, BKKBN pusat, Ibu Eka Sulistia Ediningsih mengatakan. Problem KB yang pertama persedewasaan perkawinan. Jadi harus punya perencanaan perkawinan sehingga tidak ada perceraian mudah.

”Karena dengan adanya rencana keluarga pastinya anak kita sudah dewasa, dan Genre adalah pendewasaan dalam pernikahan untuk para remaja,” ungkap Eka.

Lanjut dia, “Untuk meningkatan IPM di Morotai adalah kewajiban bagi warga negara Indonesia, tetapi untuk meningkatkan keluar yang berkualitas maka itu tanggung jawab orang tua. Kalau anggota kita berkualitas maka keluarga kita juga berkualitas, berdasarkan undang-undang Republik Indonesia nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga itu sudah jelas,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, permasalahan remaja saat ini sangat kompleks dan mengkhawatirkan. Untuk meresponnya, berbagai pendekatan harus dilakukan. BKKBN dalam hal ini sebagai salah satu instansi pemerintah misalnya, merespon melalui pengembangan program Genre Ceria.

”Karena program Genre dilaksanakan melalui pendekatan dari dua sisi, yaitu pendekatan kepada remaja itu sendiri dan pendekatan kepada keluarga yang mempunyai anak remaja. Pendekatan kepada remaja dilakukan melalui pengembangan pusat Informasi dan konseling remaja, sedangkan pendekatan kepada keluarga dilakukan melalui pengembangan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR). Namun pengaruh keluarga melalui pola asuh orang tua, itu yang sangat penting dalam pembentukan karakter remaja, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi,” ungkap Eka.

Terpisah, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, saat membuka acara dalam sambutan menyatakan, sangat berterimakasih kepada BKKBN pusat, dan Provinsi Malut, karena sdh bekerja sama dengan Dinkes Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) untuk melakukan kegiatan ini.

Kesejahteraan dan keadilan itu dimulai dari keluarga, karena saat ini terdapat kurang lebih 27% masyarakat kita terkombinasi dengan jalur yang salah, yakni narkoba, minuman keras dan merokok bagi anak yang belum cukup umur.

”Ini problemnya datang dari keluarga sendiri dan saudara-saudara mereka. Sehingga hal ini juga bukan cuman tanggungjawab orang tua mereka, tetapi ini juga tanggungjawab pemerintah melalui sosiasasi ini, sehingga pembianaan betul-betul di tingkatkan, dan dua anak adalah bagian dari keluarga berencana, karena itu sangat menunjang ekonomi kalian,” ungkap Benny.

Dalam kesempatan kemarin juga bupati sempat menyampaikan, bahwa angka statistik di Morotai itu, setiap tahun Morotai paling di bawah. “Untuk kita, harus kita kerja serius, agar seluruh SKPD juga dapat dilibatkan, sehingga tanggung jawab indeks di kalangan remaja semuanya bisa meningkatkan pikiran yang sehat dan baik. Olehnya itu, Saya titip pesan kepada pimpinan SKPD bahwa, untuk pembangunan kita utamakan, karena fisik itu bisa kita jalankan, sebelum kita selesai kerawanan para anak,” katanya.

Dia menambahkan, “Saat ini kami konsentrasi pada sekolah PAUD, dan saat ini para guru sedang mengikuti psiko, sehingga cara mendidik anak-anak di sekolah juga mereka bisa mendapatkan ilmu yang baik. Selain itu, saat kami juga sudah jalankan pembangunan sekolah unggulan, yang dilengkapi dengan seluruh fasilitas yang memadai,” terang Benny.

Acara tersebut dirangkaikan dengan lomba para siswa siswi SMP dan SMA yang menghadiri acara tersebut. (cal)