Beranda Maluku Utara La Ode Rikse, Bocah 6 Tahun Sakit dan Meninggal, Diduga Usai Disuntik...

La Ode Rikse, Bocah 6 Tahun Sakit dan Meninggal, Diduga Usai Disuntik Vaksin Rubella

1126
0
BAGIKAN
Ruang Kelas La Ode Rikse

TERNATE – La Ode Rikse, atau yang biasa di sapa Uid, bocah berumur 6 tahun yang duduk dibangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) 30 Kota Ternate, Kelurahan Kayu Merah, Minggu (16/9/2018), pukul 03:00 WIT menghembuskan nafas terakhirnya RSUD Chasan Busoiri Ternate, setelah seminggu lebih melawan sakit yang ia derita.

Diduga, Rikse mengalami sakit setelah di suntik vaksin Rubela pada Selasa (4/9/2018) yang dilakukan di sekolahnya.

Orang tua Rikse kepada GamalamaNews.com, Senin (17/9/2018), dikediamannya, Rt 17 Kelurahan Kalumata Kota Ternate Selatan, mengatakan, setelah disuntik vaksin Rubela, tingkah laku Rikse berubah.

Kisahnya, keceriaan anaknya mulai berubah, menjadi pendiam, mata yang biasa melihat terang mulai rabun, telinga yang mendengar bagus, mulia tuli dan mengalami kelelahan fisik sampai kehilangan napsu makan.

“Iya saya pe anak itu aktif sekali. Orangnya ceria sekali, tapi setelah disuntik vaksin Rubela dia mulai berubah, sering sakit, mata jadi rabun, telinga sudah tidak mendengar dan sampai dimana Uid sakit sangat lemah dan saya harus bawa ke Puskesmas Kalumata dan saya meminta agar anak saya di rujuk ke RSU “, ungkap Marthina (40) ibunda Rikse.

Masih kisah ibundanya, mereka sempat membelikan kaca mata untuk Rikse pakai, tetapi kacamata itu hanya dipakai dalam waktu 3 hari saja.

“Torang sempat bali (beli) kacamata untuk anak kami pakai, di optik Manado. Tapi cuman 3 hari dia pake karena jatuh sakit dan terus dia meninggal,” lanjut Marthina.

Kepala Sekolah SD Negeri 30 Kota Ternate, Uya Ismail S.Pd mengatakan, dirinya tidak mengetahui kalau Rikse sakit setelah disuntik vaksin Rubella, tapi dirinya tahu kalau Rikse sedang dalam keadaan sakit.

“Saya tidak tahu kalau Rikse itu sakit setelah disuntik vaksin Rubela. Tapi saya dengar kalau Rikse sedang sakit, dan saya pernah datang menjenguk Rikse sebelum dia meninggal,” jelas Uya.

Sementara itu, Kepala Puskemas Kalumata Dr. Rabiatul Adawiah S.U saat dikonfirmasi GamalamaNews.com belum bisa memberikan komentar, dirinya mengaku masih menunggu hasil investigasi.

“Untuk saat ini saya belum bisa memberikan komentar, karena kami masih menunggu investigasi dari komisi daerah KIPI, seusai prosedur kami bisa berkomentar jika sudah selesai investigasi,” jelasnya.

Kini senyum dan langkah yang lincah dari Rikse telah tiada, karena telah pergi menghadap sang pencipta. Orang tua Rikse, Marthina Latupeirissa dan La Ode Imam Bahri hanya pasrah. Tetapi berharap agar kejadian yang menimpa anaknya tidak terjadi pada orang lain. Rikse,  bocah berusia enam tahun,  sudah dikebumikan pada hari Minggu.

“Mau bagaimana lagi ini so terjadi, saya berharap hal ini tidak menimpa anak yang lain. Dan pemerintah agar segera menyelidiki masalah ini, agar tidak ada korban jiwa yang lain,” harapnya. (HH)

*BERITA INI MASIH MEMERLUKAN INVESTIGASI LEBIH LANJUT*