Beranda Maluku Utara KIPI Sebut Riksi Meninggal Karena Radang Otak, Bukan Suntikan MR

KIPI Sebut Riksi Meninggal Karena Radang Otak, Bukan Suntikan MR

457
0
BAGIKAN

TERNATE – Komisi Investigasi Paska Imunisasi (KIPI) siang tadi, Kamis (20/9/2018) di Gedung Aula Dinas Kesehatan Kota Ternate merilis hasil investigasi yang telah dilakukan bebrapa hari terakhir paska meninggalnya La Ode Riksi, bocah enam tahun yang jatuh sakit dan meninggal dunia diduga setelah mendapat suntikan vaksin Rubella pada Selasa (4/9/2018) di SD Negeri 30 Ternate.

KIPI menjelaskan, bawasanya Riksi meninggal bukan disebabkan oleh vaksin Rubella, tetapi karena radang otak yang ia derita.

“Dari hasil audit KIP ini yang kami laksanakan di Jakarta, tepatnya hari Rabu (19/9/2018) kemarin di kantor P2M. Jadi untuk La Ode Riksi anak laki-laki umur 6 tahun, sekolah di SD Negeri 30 Ternate, yang diimunisasi pada Rabu (4/9/2018) bersamaan dengan 7 anak lainnnya, yang hingga saat ini 7 anak ini dalam kondisi yang baik saja,” ungkap Dr. Nani Komisi KIPI Malut.

Ia melanjutkan “Setelah itu Riksi di rujuk ke rumah sakit, paska 12 hari setelah ia disuntik, dan ternyata Riksi setelah dilakukan pengambilan dan uji lab, Riksi didiagnosa mengalami radang otak,” ucap Nani.

Selain Dr Nani, adapun Dr Husen Asagaf yang menangani Riksi saat dirawat di RSUD Chasan Busoiri Ternate.

“Saya saat menangani Riksi, sesuai apa yang diceritakan oleh orang tuanya. Saya langsung memberitahukan hal ini kepada KIPI, karena saya anggap ini masalah serius yang harus di teliti. Karena kondisi Riksi berubah setelah diimunisasi, saya terus memantau dan berkomunikasi dengan tua Riksi. Jadi tahapan investigasi yang kipi lakukan itu sebelum almarhum meninggal, dan hasil akhir dari investigasi baru kemarin diputuskan, yakni Riksi mengalami radang otak,” ungkap Husen.

Sementara orang tua Riksi, Marthina Latupeirissa dan La Ode Imam Bahri hanya pasrah, didepan para dokter dan ruangan Aula saat konferensi pers bersama awak media, berlangsung, hanya bisa pasrah dan berharap, apa yang dialami anaknya tidak terjadi pada anak lainnya. (HH)