Beranda Maluku Utara Kadis: Program Padat Karya Infastruktur Di 4 Desa Sudah 100%

Kadis: Program Padat Karya Infastruktur Di 4 Desa Sudah 100%

282
0
BAGIKAN
Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan.

MOROTAI – Dalam upaya mempercepat pembangunan di desa, tahun 2018 ini telah hadir program Padat Karya Infastruktur yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi RI.

Program ini merupakan kegiatan untuk mendorong percepatan pembangunan infastruktur desa, dengan melibatkan masyarakat secara langsung, serta mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan, kepada wartawan mengatakan untuk Kabupaten Pulau Morotai sendiri, tahun 2018 sudah 4 desa yang mendapat sentuhan dari program ini. Ke empat desa tersebut diantaranya Desa Usbar Pantai, Aha, Morodadi dan Joubela.

“Infastruktur yang dibangun sesuai dengan kebutuhan desa yang diusulkan. Misalnya Desa Usbar Pantai kita bangun drainase, Desa Aha kita bangun jembatan gantung penyeberangan, Desa Morodadi kita bangun jalan usaha tani, dan Desa Joubela kita bangun jembatan. Ini sesuai dengan yang mereka usulkan ke kami,” jelas Ahdad saat ditemui di Kantor Bupati, Rabu (17/10).

Untuk progres pekerjaannya, lanjut Ahdad, sudah selesai 100 persen sejak Agustus lalu. ”Anggarannya dalam satu item kegiatan hanya Rp 179 juta, jadi dikali empat desa berarti Rp 716 juta. Tapi dalam satu item kegiatan, anggaran untuk bahan hanya Rp 72,5 juta, karena sisanya itu untuk biaya ATK, Honor kerja, biaya tukang, tenaga desain dan tenaga teknis. Jadi program ini memang anggarannya kecil, tapi karena semuanya dikelolah langsung oleh masyarakat, sehingga menjadi ringan,” ungkapnya.

Cara mendapat program ini, dijelaskan Ahdad, desa harus membuat proposal sesuai dengan kebutuhannya, dan mengajukannya ke Nakertrans. Dan di tahun ini memang hanya 4 desa, tapi untuk tahun 2019 nanti ada 18 desa yang sudah mengusulkan proposalnya, dan kami sudah tindaklanjuti proposal itu. Jadi kita tunggu penetapan dari kementerian,” terangnya.(Ical)