Beranda Maluku Utara Dikbud Kota Ternate Kembali Kirim Bantuan ke Sulteng

Dikbud Kota Ternate Kembali Kirim Bantuan ke Sulteng

233
0
BAGIKAN
Pemberian bantuan ke Sulteng beberapa waktu lalu.

TERNATE – Bantuan bencana untuk Sulawesi Tengah, hingga kini terus mengalir. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Ternate kembali melakukan distribusi bantuan untuk korban Palu, Dongala, dan Sigi.

Bantuan kali ini berupa makanan siap saji, pakaian layak pakai juga uang tunai. Distribusi bantuan tersebut dalam waktu dekat sudah dilakukan.

Dalam waktu dekat akan melakukan pengiriman bantuan kepada korban bencana alam yang berada di Sulawesi Tengah yaitu Dongala, Sidi dan Palu.

Bantuan yang diberikan kali ini sudah sebanyak dua kali. Yang pertama dilakukan pada beberapa minggu lalu, sewaktu satu pekan setelah kejadian bencana alam tersebut.

“Untuk bantuan pertama yang kami berikan, hanya berupa pakaian bekas yang masih layak dipakai dan juga makanan ringan sebanyak 26 koli dan juga uang tunai sebesar Rp 78.468.000. Karena waktu itu banyak korban bencana alam yang berada di Sulawesi Tengah lebih membutuhkan pakaian, sehingga kami lebih banyakan ke pakaian,” Kata Sekretaris Dikbud Kota Ternate, Hadi Hairudin, ketika ditemui diruang kerjanya Senin kemarin (22/10).

Menurut Hadi, untuk saat ini masyarakat yang berada di pengungsian lebih membutuhkan makanan yang layak. Sebab dari kabar yang beredar, masyarakat disana sudah tidak mengkonsumsi ikan laut yang berada diperairan disana, karena sudah terkontaminasi.

“Sehingga kami menginisiatif untuk membuat makanan siap santap berupa ikan teri kering yang sudah dimasak dengan bumbu, agar ketika dikirim kesana mereka langsung bisa menyantapnya. Pada bantuan yang kedua ini yang kami kirimkan adalah Ikan teri siap saji sebanyak 30 koli atau seberat 720 kilo gram (Kg), pakaian layak pakai sebanyak 5 koli dan juga berupa uang tunai Rp 56.557.000. Karena ikan siap saji disana paking banyak diminati, maka kami dari Dinas beserta sekolah dan para guru berinisiatif membuat ikan siap saji untuk dikirimkan,” terangnya.

Sementara semua bantuan ini merupakan sumbangan dari sekolah, yaitu para guru dan staf. Selain itu, untuk bantuan tunai juga merupakan bantuan dari siswa dan guru yang semuanya diakomodir oleh Dikbud yang dimana diberi nama gerakan Rp 1.000.

“Artinya baik dari staf Dinas Pendidikan, para guru dan kepala sekolah beserta siswa diharuskan mengumpulkan minimal Rp 1.000 untuk rela disumbangkan pada saudara-saudara kita korban gempa dan tsunami di Sulteng,” ungkapnya.

Untuk bantuan pertama, lanjut Hadi, pihaknya menyerahkan ke Badan Penanggulangan Bencana untuk dikirimkan, sedangkan bantuan yang kedua ini akan diserahkan di posko bantuan bencana Sulteng yang berada didepan mesjid Al-Munawar agar nantinya dikirimkan bersama bantuan yang lain. Sehingga untuk kedepannya pihaknya belum mengetahui apakah nanti akan dilakukan pengiriman lagi atau tidak, tergantung jika masih ada sumbangan maka akan dikirimkan ke Sulteng lagi.

“Semuanya tergantung sumbangan dari donatur, kami hanya siap untuk didistribusi,” tutupnya. (AC)