Beranda Maluku Utara Monitoring Pelaksanaan TTM Mahasiswa Beasiswa CSR UT di Pokjar Bobong

Monitoring Pelaksanaan TTM Mahasiswa Beasiswa CSR UT di Pokjar Bobong

516
0
BAGIKAN

TALIABU – Sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang diamanatkan oleh pemerintah untuk Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh, Universitas Terbuka (UT) terus berupaya menjaga mutu penyelenggaraan sistem perkuliahannya.

Dimana berbagai fasilitas bantuan belajar telah didesain oleh UT agar menopang proses belajar mandiri mahasiswa yg tersebar di berbagai daerah.

Sebagaimana diketahui bahwa sumber belajar UT adalah Modul, baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk digital yang bisa diakses di HP mahasiswa.

Modul merupakan rangkuman materi yg diberikan Dosen UT, dalam bentuk Buku Materi Pokok (BMP) yang diterima mahasiswa untuk bs dipelajari oleh mahasiswa di mana saja dan kapan saja sesuai jadwal belajar yang direncanakannya.
Namun demikian, UT juga menyediakan ragam bantuan belajar lainnya sebagai media untuk membantu mahasiswa dalam mendalami materi yang telah disediakan dosen di modul.

Bantuan belajar tersebut antara lain : Tutorial baik dalam bentuk Tutorial Tatap Muka (TTM) atau Tutorial Online (Tuton), Latihan Mandiri, Materi pengayaan yang disediakan dalam CD, UT radio maupun melalui UT TV yang diakses secara online di Youtube.

Untuk layanan TTM, UT setiap saat melakukan monitoring agar penyelenggaraannya terjamin sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan oleh UT. Dari delapan kali pelaksanaan TTM, monitoring biasanya dilakukan sebanyak tiga kali.

Saat ini UT Ternate maupun UT pusat sedang melakukan monitoring TTM di beberapa kelompok belajar (Pokjar) yang ada di Maluku Utara. Seperti di ternate yang pelaksanaannya telah dimonitoring oleh UT Pusat. Kemudian di Sanana, Malifut dan Bobong.

Saat melakukan monitoring TTM di Bobong, Kepala UPBJJ-UT Ternate, Anfas menilai pelaksanaan TTM sdh sesuai mekanisme UT. Dimana interasikai mahasiswa dengan Tutornya berjalan, baik dalam bentuk diskusi maupun tanya jawab seputar materi matakuliah yang diperoleh mahasiswa dalam modul masing-masing. Jadi tutor tidak monoton mendominasi kelas dalam memberikan materi, karena materi tersebut sudah lengkap di modul. Namun, mahasiswa juga aktif berdiskusi untuk mendalami materi dan tanya jawab untuk menanyakan materi-materi yang belum dipahaminya.

Kepala UT Ternate mengharapkan pelaksanaan TTM ke depan akan semakin banyak diikuti oleh mahasiswa. Karena saat ini, untuk Pokjar Bobong, dari 150 lebih mahasiswa UT, TTM baru 1 kelas yang jumlah mahasiswanya 25 orang. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa beasiswa CSR UT. Dimana seluruh matakuliahnya dilakukan TTM.

Sementara mahasiswa lainnya masih lebih memilih untuk belajar mandiri melalui modul mereka.

Selain melakukan monitoring, Kepala UPBJJ-UT Ternate juga melakukan pertemuan dengan seluruh mahasiswa Pokjar Bobong. Dalam pertemuan tersebut Anfas, memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) yang akan dilaksanakan pada tanggal 9, 15 dan 16 Desember 2018.

Pada kesempatan itu juga, Kepala UPBJJ-UT Ternate memberikan apresiasi kepada Pemda Pulau Taliau, yang sudah mendukung pelaksanaan TTM di Pokjar Bobong. Dimana beberapa minggu yang lalu, Sekda Kabupaten Pulau Taliabu, Dr. Salim Ganiru menyempatkan diri untuk melakukan pemantauan pelaksanaan TTM bagi mahasiswa beasiswa CSR UT.

“Dukungan ini sangat penting, sebab mahasiswa beasiswa CSR UT merupakan mahasiswa Fresh Graduate (baru lulus SLTA), sehingga pemahaman konsep belajar mandiri UT tentunya masih minim. Saat sekolah SLTA, mereka masih lebih banyak “disuap” oleh guru-guru mereka dalam memberikan materi mata pelajaran. Jadwal belajarnyapun masih dikontrol oleh guru. Sementara di UT mereka sudah harus mandiri, mulai dari merancang jadwal belajarnya agar disiplin belajar, mengikuti TTM hingga proses Ujian, semuanya dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa,” jelas Anfas.

Untuk itu Anfas berharap, para mahasiswa beasiswa CSR UT di Bobong benar-benar bisa membuktikan diri, agar berhasil dalam studi yang ditunjukkan dengan IPK yang bagus. Hal ini penting, agar tahun depan UT Ternate bisa mengusulkan tambahan kuota beasiswa CSR ke UT Pusat untuk Pokjar Bobong. (RLS/HH)