Beranda Maluku Utara Jelang Natal dan Tahun Baru, Tim Kementerian Perdagangan RI dan Disperindag Malut,...

Jelang Natal dan Tahun Baru, Tim Kementerian Perdagangan RI dan Disperindag Malut, Sidak Pasar Higienis

233
0
BAGIKAN

TERNATE – Jelang Natal dan Tahun baru 2019 Tim Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) dipimpin Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) bersama Kadisperindag Provinsi Maluku Utara (Malut) Asrul Gailea melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Higienis Bahari Berkesan, untuk memastikan harga sembako tidak melambung tinggi.

Kepala BP3 Kementerian perdagangan RI Kasan, kepada wartawan mengatakan, untuk Sidak yang dilakukan sudah dua hari, untuk melakukan peninjauan harga, untuk antisipasi adanya kenaikan permintaan menjelang Natal dan tahun baru 2019.

“Untuk bahan-bahan pokok, daging sapi, harganya masih stabil, harga ayam potong juga masih stabil, belum ada kenaikan,” ujar Kepala BP3 Kementerian perdagangan RI Kasan Minggu (23/12/2018) usai sidak.

Kasan menuturkan, sedangkan harga beras patokannya masih aman, untuk beras yang paling diminati masyarakat kota Ternate, beras medium dari Bulog dengan harga 10 ribu rupiah, sama beras premium dari Sulawesi dengan harga 11 ribu rupiah perkilonya.

“Harga gula pasir, dan minyak kelapa agak menurun, yang naik hanya telur ayam, dari 1.600 rupiah, ke 1.800 rupiah,” tuturnya.

Kasan menambahkan, kenaikan harga telur karena pasukan dari Surabaya sudah tidak ada, dan diambil pasokan dari Manado, sehingga harganya ikut naik.

“Sedangkan untuk bawang, rica dan tomat (Barito) harganya masih stabil, karena pasokannya masih stabil,” katanya.

Untuk itu, Kasan berharap, agar manyarakat tetap tenang tidak terpancing dengan isu-isu ada kekurangan stok, apalagi di tahun politik ini sering ada berita hoax yang sering merugikan masyarakat sendiri, “Kini kami sudah pastikan stok tersedia,” tegas Kasan.

Sekedar diketahui saat sidak Sabtu (22/12) Kemarin di Gudang Bulog, stok yang tersedia antara lain gula 150 ton, minyak goreng 50 ton, terigu 70 ton, beras 4.600 ton dan kebutuhan ini bisa memenuhi konsumsi masyararat hingga 2 bulan kedepan. (Ogan)