Beranda Maluku Utara Dialog Publik, Ketua PGRI Akui Pembangunan di Morotai Cukup Signifikan 

Dialog Publik, Ketua PGRI Akui Pembangunan di Morotai Cukup Signifikan 

425
0
BAGIKAN

MOROTAI – Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) Kabupaten Pulau Morotai, Sabtu (29/12) bertempat di Kedai Almarhum Adjan Djaguna di Desa Juanga kecamatan Morotai Selatan (Morsel), mengelar Dialog Publik, dengan mengusung tema ”Narasi Anak Muda di Tengah Arus Pembangunan Morotai”.

Kegiatan Dialog tersebut, yang bertindak sebagai narasumber yakni Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Morotai, Arafik A. Rahman, Direktur Keuangan Perusahan Daerah (Perusda) Morotai, Saiful Latara, sementara Julkifli Samania Ketua Ampera bertindak sebagai modorator dialog, dan dihadiri oleh sejumlah OKP.

Ketua PGRI, Arafuk A. Rahman mengaku, dilingkup akademik dialog seperti ini yang seharusnya dilakukan, karena bicara mengenai pembangunan butuh pemikiran yang positif.

“Bicara pembangunan di Morotai berarti bukan kita hanya bicara di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Benny Laos-Asrun Padoma saja, tapi juga bicara mengenai pimpinan sebelumnya, sudah hampir sepuluh tahun Morotai dimekarkan Morotai dalam sisi pembangunan Morotai masih ketinggalan dibandingkan dengan daerah lainnya, tapi bagi saya dimasa kepemimpinan Benny-Asrun pembangunan di Morotai cukup segnifikan,” ucap Arafik.

Kata Arafik, untuk pembangunan suatu daerah tidak terjadi secara spontan tapi butuh proses dan waktu yang cukup panjang.

”Misalnya Kota Ternate maju dapat dimaklumi karena Kota Ternate sudah berumur ratusan tahun,” tambah  Arifik.

Direktur Keuangan Perusda Morotai, Saiful Latara mengungkapkan, perputaran ekonomi di Kabupaten Pulau Morotai cukup tinggi, ini dapat terlihat dimana usaha masyarakat seperti usaha penjualan air gelong sangat laris dipasaran.

”Jadi indakator sejahtera itu ada tiga, pertama pendidikan, kesehatan dan pembangunan, jika ini sudah terpuhi berarti sudah sejahtera,” imbuh Saiful.

Lanjut Saiful, masyarakat Morotai bakal akan sejahtera, karena anggaran yang nilainya fantastis bakal dikucurkan di Morotai melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Karena uang sebesar Rp 63 triliun melalui KEK akan dikucurkan di Morotai, untuk itu yang perlu kita siapkan sumber daya alam, karena jika KEK sudah beroprasi tentu butuh tenaga kerja yang cukup banyak,” terang Saiful.

Sementara Ketua Ampera Morotai sekaligus bertindak sebagai moderator Dialog menuturkan, bahwa demonstrasi bukan saja di lakukan dijalan semata, tapi demotrasi juga bisa dilakukan melalui dialog seperti ini.

“Saya sengaja mengundang teman-teman OKP untuk hadir dalam dialog dan untuk memberikan ide, gagasan dan pemikiran untuk kemajuan pembangunan Morotai, semoga dengan adanya dialog ini dapat bermanfaat buat kita semua,” harapnya. (Ical)