Beranda Maluku Utara Pemkot Tidore Rapat Evaluasi TPID

Pemkot Tidore Rapat Evaluasi TPID

434
0
BAGIKAN

TIDORE KEPULAUAN – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah menggelar rapat evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bertempat di ruang rapat Walikota, Rabu (26/6).

Rapat dibuka oleh Wali Kota Tidore Kepulauan H. Ali Ibrahim didampingi Sekretaris Daerah Asrul Sani Soleman, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Halil Ahmad dihadiri Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Kesra, perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, Badan Pusat Statistik Kota Tidore, sejumlah pimpinan SKPD terkait dan Perusda Aman Mandiri.

Wali Kota H. Ali Ibrahim dalam arahannya menyampaikan bahwa rapat evaluasi TPID merupakan program tahunan yang terus dilakukan sebab keberadaan TPID memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah. “Perlu kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pengendalian inflasi,” ujarnya.

Ali Ibrahim mengatakan rapat evaluasi  rapat evaluasi ini diharapkan memperoleh hasil yang maksimal dan dapat mengendalikan inflasi Kota Tidore, sehingga kondisi ekonomi terus kondusif dengan harga komoditas pangan terjangkau dan pasolkan yang cukup demi kesejahteraan rakyat.

Perwakilan BI Maluku Utara Ardi Tedjawidjaja mengatakan terkait pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara pada triwulan I tahun 2019 mengalami perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, dari angka 8,25 persen pada triwulan IV tahun 2018 menjadi 7,65 persen pada triwulan I tahun 2019, ini merupakan siklus tahunan yang kita ketahui diakhir tahun 2018 merupakan puncak konsumsi.

Dari strukturnya sendiri pertanian masi memimpin pertumbuhan maluku utara dikuti perdagangan, administrasi pemerintah, pertambangan dan industri, namun demikian pada beberapa tahun ini didominasi oleh pertambangan dan industri. Untuk itu diharapkan kedepan nanti Maluku Utara khususnya di Kota Tidore Kepulauan dapat mengandalkan tiga sektor utama yaitu pertanian, perikanan dan pariwisata agar pertumbuhan ekonomi tetap inklusif dan berkelanjutan.

Sementara Sekretaris Daearah Asrul Sani Soleman mengatakan bahwa evaluasi seperti ini merupakan forum untuk mengoreksi, terkait dengan perkembangan inflasi yang terjadi di Kota Tidore Kepulauan Sekaligus mengukur perkembangan ekonomi daerah. (Hms/SS)