Beranda Halmahera Selatan BNPB Terjunkan Dua Helikopter dan Rp 4.4 Miliar Untuk Korban Gempa Halsel

BNPB Terjunkan Dua Helikopter dan Rp 4.4 Miliar Untuk Korban Gempa Halsel

310
0
BAGIKAN

LABUHA – Kepala BNPB RI Letjen TNI Doni Munardo, menyampaikan pemerintah akan memastikan membantu masyarakat yang saat ini rumahnya mengalami kerusakan akibat gempabumi 7.2 SR, Minggu, (14/7) lalu.

Ini disampaikannya saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi gempa disalah satu desa, yakni Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Kamis, (18/7/19), menurutnya, saat ini pihaknya masih dalam proses pendataan. Olehnya itu, Ia menekankan pengadaan tenda yang harus segera dipenuhi mengingat banyak masyarakat yang masih trauma untuk tinggal di rumah yang masih bisa ditempati.

Ditekankan pentingnya kepemimpinan (leadership) bupati dalam penanggulangan gempa bumi di wilayah masing-masing. Kepala BNPB menunjuk Dandim setempat sebagai incident commander untuk membantu bupati dalam penanggulangan bencana ini.

“Saat ini masih dilakukan verifikasi mengenai jumlah korban dan kerusakan pasca gempa bumi tersebut. Upaya pemerintah yang dilakukan antara lain pengerahan personil untuk penanganan darurat bencana yang terdiri dari unsur TNI, POLRI, BNPB, BPBD, SAR, dan dinas pemerintah,” terangnya.

Olehnya itu, Doni, mengucapkan terima kasih kepada Danrem, Kapolda, Bupati serta jajaran yang telah sigap dalam penganan bencana alam yang terjadi di Kabupaten Halsel.

“Harapannya bantuan yang telah terkumpul dapat di salurkan sesegera mungkin sehingga masyarakatnterpenuhi,” ujarnya.

BLanjut Doni, Pihanya (BNPB) juga telah menyediakan 2 Unit Helikopter untuk membantu aktifitas pelayanan terhadap pengungsian danrem sebagai penangung jawab dalam pengunaan Helikopter tersebut.
“Jadi kita (BPNB) juga sudah menyediakan bantuan uang tunai sebanyak Rp 4.417.874.632,” jelasnya.

Lanjut Doni, bantuan tersebut, dengan rincian, Dana Siap Pakai Rp.500.000.000,- Tenda Pengungsian Rp. 3.650.000.000,- serta Logistik Rp.266.834.631,-.

“Untuk jumlah korban akibat gempa tidak terlalu banyak namun hampir semua masyarakat yang terkena dampak gempa mengungsi dan tidak mau balik karena trauma,” jelasnya.

Olehnya itu, kata dia, Keinginan masyarakat untuk mengungsi tidak usah dipaksakan untuk kembali biarkan sampai mereka merasa betul betul aman, baru kembali dengan sendirinya sehingga diharapkan kepada tim untuk terus mendata dan dapat memenuhi kebutuha para pengungsi tersebut.

Seusai mengunjungi lokasi pasca gempa, Kepala BNPB melakukan koordinasi dengan TNI, POLRI, dan pemerintah Kabupaten Hamahera Selatan.

Sementara itu, Gubernur Malut, KH. Abd Gani Kasuba, dalam kesempatan tersebut, mengharapkan agar Aparat TNI – Polri, berperan penting dalam pembagian sembako sehingga terbagi merata.

“Pengalaman saya pada saat pembagikan sembako apabila tidak di kawal banyak salah sasaran,” singkatnya. (Raja)