Beranda Maluku Utara Kabid: Tahun Ini Capaian PAD Bisa Melebihi di Angka 50 Persen

Kabid: Tahun Ini Capaian PAD Bisa Melebihi di Angka 50 Persen

205
0
BAGIKAN
Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan BPPKAD Pulau Morotai, Nana Surnana Kharie.

MOROTAI – Nampaknya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2019 yang di targetkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, melalui sejumlah instansi terkait, diperkirakan akan mencapai target 50 persen.

PAD yang ditargetkan tahun ini, berjumlah Rp 59,5 Miliar. Namun, sudah memasuki di semester satu, baru mencapai Rp 18,8 Miliar.

“Sejumlah instansi yang sudah ditargetkan PAD di tahun 2019, dan pencapaian sementara yakni, BPPKAD target Rp 9,4 Miliar capaian sementara Rp 1,7 Miliar, RSUD target Rp 16,1 Miliar capaian sementara Rp 6,9 Miliar, Dinkes target Rp 400 juta capaian sementara Rp 120 juta, Dishub target Rp 650 juta capaian sementara Rp 73 juta, DLH target Rp 100 juta capaian sementara Rp 5,5 juta, Disperindagkop target Rp 187 juta capaian sementara Rp 52,6 juta, Dinas PU-PR target Rp 150 juta capaian sementara Rp 51 juta, dan DKP target Rp 2,3 Miliar capaian sementara Rp 742 juta,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan BPPKAD Pulau Morotai, Nana Surnana Kharie, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (25/7).

Nana juga mengatakan, ”Ya kalau dibilang capai target kemungkinan tidak, tapi kalau pencapaiannya bisa lebih dari pencapaian PAD tahun 2018 kemarin Rp 20,5 Miliar dari target Rp 43 Miliar, namun di semester satu terhitung 17 Juli 2019 kita sudah capai Rp 18,8 Miliar. Kalau sampai dengan akhir tahun saya yakin bisa lebih dari 50 persen. Sehingga di tahun ini sejumlah OPD terkait pun dipaksa harus menggenjot PAD-nya,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, ”Kalau dilihat catatan instansi dalam pencapaian PAD tahun 2018, dari 9 Instansi hanya RSUD dan DKP yang konsisten dalam menggenjot PAD. Sementara untuk sejumlah instansi lainnya hanya mencapai 70-80 persen. Namun, ada juga instansi yang hanya capai 20 persen PAD-nya dalam satu tahun yaitu Dinas Pariwisata (Dispar) hanya mendapat Rp 21 juta per tahun dari target Rp 120 juta. Tapi tahun ini, pencapaian Dispar sudah meningkat, di semester satu masuk II ini mereka sudah capai Rp 43 juta,” tuturnya. (Ical)