Beranda Maluku Utara Terkait Jembatan Ambruk di Kecamatan Oba, Mendapat Respon Cepat Pemkot Tidore

Terkait Jembatan Ambruk di Kecamatan Oba, Mendapat Respon Cepat Pemkot Tidore

476
0
BAGIKAN

TIDORE KEPULAUAN – Ambruknya jembatan Gunung Batu Mangga di Dusun Desa Kususinopa, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan pada Minggu, 28 Juli 2019 kemarin, yang berimbas pada terganggunya jalur transportasi darat menuju ke Oba Selatan.

Telah mendapat respon cepat Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Kota Tidore Kepulauan serta dinas terkait, diantaranya Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan).

Melalui Dinas PU dan Perkimtan telah menerjunkan tim untuk melakukan survei guna inventaris lahan dan tanaman warga dalam pembuatan jembatan alternatif di lokasi ambruknya jembatan tersebut.

“Tadi personil dari PU maupun Perkimtan sudah mengkroscek tanaman dan lahan warga,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang M. Ade SolemanĀ didampingi Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan, M. Iqbal Japono, Kabag Humas Tidore Aziz Hadad dan Kadis Perkimtan Muslihin saat menggelar konferensi pers di ruang rapat Dinas PU, Senin (29/07/2019).

Dijelaskannya, dilakukan kroscek atas tanaman dan lahan warga itu karena titik lokasi pembangunan jembatan alternatif, dibangun pada lokasi yang agak bergeser dari jembatan ambruk tersebut. Selain itu, badan jembatan alternatif yang direncanakan menggunakan batang kayu kelapa.

“Jadi kami cari posisi yang agak pas untuk dibangun,” kata Kadis.

Untuk pekerjaan jembatan alternatif, kata Kadis, diperkirakan dalam waktu 10 sampai 14 hari kerja, pasca inventaris lahan dan tanaman warga tersebut dilakukan. Barulah diturunkan alat dan mulai bekerja.

“Insya Allah hari Rabu (besok) itu alat sudah turun dan bekerja,” tutur Kadis.

Dijelaskan pula, walau masuk dalam ruas jalan Provinsi Malut, penaganan jembatan ambruk tersebut menjadi perharian serius Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan. Sebab selain penangnan dengan membangun jembatan alternatif, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore telah menginstruksikan agar pelayanan kelancaran aktivitas masyarakat di Oba Selatan agar menggunakan pula jalur laut.

“Pak Wali dan Wakil intruksi ke Dinas Perhubungan untuk segera melayani transportasi laut sehingga masyarakat tidak terganggu dengan membuka akses laut dari Maidi ke Kususinopa dan sebaliknya,” ungkap Kadis. (SS)