Beranda Maluku Utara Ini Penjelasan Direktur PDAM Kabupaten Pulau Morotai, Soal Pipa Induk Air Bersih...

Ini Penjelasan Direktur PDAM Kabupaten Pulau Morotai, Soal Pipa Induk Air Bersih yang Bocor

747
0
BAGIKAN
Kondisi jaringan pipa induk yang bocor.

MOROTAI – Tidak jalannya air bersih di Kota Daruba,  bukan kesalahan  yang dilakukan oleh pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pulau Morotai, tetapi jaringan pipa induk yang berada dipusat air Gunung Nakamura itu, terdapat satu sambungan pipa yang mengalami kebocoran dan  tiang cor penahan pipa juga ada yang patah. Diduga,  rusaknya sambungan pipa lantaran tertimpa kayu.

Hal tersebut terlihat jelas, saat para awak media bersama Dirut PDAM Morotai M. Umar Ali, dan sejumlah staf PDAM, Selasa (10/9) melakukan peninjauan langsung ke lokasi tersebut.

Salah satu petugas Balai SDA Provinsi Maluku Utara, Adi, saat dikonfirmasi wartawan mengaku, ”Iya betul ada pipa induk air bersih yang bocor dan satu tiang cor penahan pipa juga patah, sehingga saat ini lagi dalam proses perbaikan, agar air bersih yang mengalir ke dalam pusat Kota Daruba itu bisa lancar,” jelas Adi.

Dikatakan Adi, “Saat ini,  proses perbaikan tiang cor penahan pipa yang rusak itu sudah hampir selesai, dan setelah ini kami akan perbaiki kembali satu pipa induk yang bocor di sambungan,” tuturnya.

Namun kata Adi, Kalau yang satu ini pihaknya  harus memperbaiki dengan menggunakan mesin pemanas, baru bisa teratasi kembali. Olehnya itu, saat ini pihaknya lagi berusaha mencari mesin tersebut agar bisa memperbaiki pipa yang bocor.

Sementara, Dirut PDAM Pulau Morotai, M. Umar Ali, yang juga kepala BPPKAD Morotai, kepada wartawan mengatakan ,”Selain pipa induk bocor sehingga mengakibatkan penyaluran air bersih ke dalam Kota Daruba juga sempat terkendala, hal ini juga diakibatkan musim kemarau, sehingga air bersih yang ada di lokasi Bak Implek (Penangkap Air) itu juga surut,” terang Dirut.

Dikatakannya, ”Untuk menangani hal tersebut, maka dari pihak PDAM melakukan pembersihan daun-daun dan potongan kayu yang ada di lokasi bak penangkap air. Agar air yang masuk ke dalam Kota Daruba juga tidak lagi berwarna kekuningan, dan semua warga yang menguntungkan jaringan air bersih juga bisa mendapatkan air. Kalau kami tidak lakukan ini, maka selain air berwarna kuning, masyarakat juga sudah pasti ada yang tidak menikmati air bersih, karena pasokan air di lokasi Gunung Nakamura itu sedang surut, sehingga daun-daun yang jatuh di lokasi bak penangkap air itu, harus dibersihkan seminggu sekali,” jelasnya.

Masih kata Dirut, ”Jadi dengan adanya musim kemarau ini, maka pihaknya setiap minggu harus rutin membersihkan lokasi itu, agar air tetap mengalir terus walaupun kondisi air sedang surut,”  tandasnya. (Ical)