Beranda Maluku Utara Guna Merawat Rupiah, BI Malut Gencar Sosialisasi 5 Jangan (5J)

Guna Merawat Rupiah, BI Malut Gencar Sosialisasi 5 Jangan (5J)

466
0
BAGIKAN
Kepala BI Perwakilan Malut, Gatot M Manan.

TERNATE –  Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk pembayaran secara tunai dengan melakukan tindakan 5 Jangan (Lima J) yakni jangan dibasahin, jangan distapler/hekter, jangan diremas, jangan dilipat, dan jangan dicoret.

Kepala unit Pengelolaan uang rupiah Bank Indonesia Perwakilan Maluku utara (Malut) Devi Tirta Maulana menyebutkan hal tersebut selalu dilakukan edukasi kepada pegawai bank.

BI Malut sebagai salah satu otoritas yang berwenang mengeluarkan dan pembayaran yang sah selalu menghimbau kepada masyarakat dan pegawai bank untuk tidak melakukan stapler (hekter) uang kertas.

“5 J kami sosialisasikan kepada masyarakat dengan maksud masyarakat juga bisa menjaga kehormatan dan merawat rupiah karena rupiah sama halnya dengan kedaulatan negara, maka jika kita menghormati rupiah itu berarti kita juga menjaga kedaulatan negara Indonesia,” jelas Devi saat diwawancara, Kamis (12/12/2019).

Lebih lanjut, dia menyebutkan saat ini BI terus melakukan eduakasi kepada masyarakat, sebab seperti yang sudah tercantum dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2011 dimana sudah diatur bahwa rupiah merupakan simbol kedaulatan negara Indonesia yang sama kedudukannya dengan bendera Indonesia.

Untuk itu, dirinya menambahkan BI Malut terus melakukan sosialisasi dan edukasi salah satunya dengan jargon 5 J tersebut. Dia juga menambahkan bahwa edukasi tidak hanya dilakukan pada masyarakat tapi langsung kepada bank-bank juga melakukan asistensi guna mengecek langsung pengelolaan uang yang dilakukan oleh bank tersebut.

“Kami dari BI dalam periode tertentu juga melakukan asistensi ke bank-bank guna melihat langsung cara pengelolaan uang, sortasi uang dan bagaimana petugas bank memperlakukan olahan uang,” ungkapnya.

Jika kedapatan bank yang melakukan stepler uang, maka kami akan memberikan edukasi lebih lagi, tambah Devi.

Sementara Kepala BI perwakilan Malut, Gatot M Manan juga menambahkan bahwa setiap satu semester BI selalu melakukan edukasi, hanya saja sering kali ada pertukaran petugas bank yang lama ke yang baru sehingga mungkin itu adalah salah satu penyebab ketidaktahuan petugas yang baru.

“Jadi tiap satu semester kami selalu melakukan edukasi bagi pegawai, hanya saja sering ada pergantian petugas yang lama ke baru, nah yang baru ini mungkin belum paham makanya itu kami selalu berikan sosialisasi kepada petugas bank,” tutup Gatot. (NT).