Beranda Maluku Utara Ditjen Bina Marga Kemen PUPR-RI: Pembangunan Jembatan Temadore Butuh Dukungan Bersama 

Ditjen Bina Marga Kemen PUPR-RI: Pembangunan Jembatan Temadore Butuh Dukungan Bersama 

85
0
BAGIKAN
Wabinar Prospek pembangunan jembatan Temadore (Ternate, Maitara, Tidore).

TERNATE – Memperingati 21 tahun Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah, Maluku Utara menggelar Video Cenference atau Webinar Nasional Series 2 dengan Tema “Prospek Pembangunan Jembatan Ternate-Maitara-Tidore dan Pembangunan Kota Sofifi Pasca Pandemi Covid-19″.

Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Al Yasin Ali dalam sambutannya yang dibacakan oleh Rektor Universitas Bumi Hijrah Sarbaini A. Karim menyampaikan apreaiasi dan mendukung penuh kegiatan webinar, karena mimpi besar masyarakat Maluku utara khususnya Ternate-Maitara-Tidore bisa terkoneksi dengan dibangunnya Jembatan Temadore.

“Maluku Utara memiliki karakteristik wilayah yang unik dengan kesulitan geografis sehingga tidak mudah dan memerlukan pembiayaan yang besar untuk membangun Maluku Utara, dilihat dari sejarah kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan memiliki kontribusi besar pada Negara Kesatuan Republik Indonesia maka sepatutnya mimpi masyarakat Maluku Utara bisa terwujud dengan dibangunnya jembatan Temadore untuk pemerataan penduduk dan pembangunan, pertumbuhan ekonomi antar wilayah,” ungkap Wakil Gubernur.

Selain itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah Dede Sumarna yang juga ketua panitia usai wabinar mengatakan rencana Pembangunan Jembatan Temadore yang diwacanakan semenjak 2011, selama ini hanya dibahas pada forum terbatas dan tertutup pada kalangan tertentu.

“Maka kali ini dibahas secara terbuka untuk umum dikupas dari aspek teknis, sosial, ekonomi dan pemanfaatan ruang sehingga menjadi isu Nasional, selanjutnya diharapkan menjadi perhatian dan prioritas yang diutamakan oleh Pemerintah Pusat,” kata Dede.

Dede yang juga Kepala Seksi Perencanaan Dinas Perkim Maluku Utara Menyampaikan kegiatan webinar ini merupakan kegiatan Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah sebagai implementasi Tri Dharma Pendidikan Tinggi dan Entry Point bagi Stakeholder, dalam hal ini Pemerintah Pusat, Provinsi, Kota Tidore Kepualauan dan Ternate) untuk lebih bersinergi, berkolaborasi menyamakan visi besar agar Maluku Utara memiliki jembatan bentang panjang yang menghubungkan Ternate-Maitara-Tidore untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Masyarakat terlebih ketika jembatan ini dibangun diharapkan Sumber daya manusia Maluku Utara bisa terlibat dalam pembangunan jembatan Temadore.

Selain itu, Ir. Yudha Handita Pandjiriawan selaku direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kemen PUPR-RI mengatakan apa yang direncanakan banyak aspek yang menjadi pertimbangan, untuk itu butuh dukungan bersama sehingga mimpi bisa menjadi kenyataan. Selanjutnya Akademisi, praktisi di Maluku utara harus dilibatkan dalam pembahasan dan pembobotan rencana pembangunan jembatan temadore. Dan ketika jembatan ini dibangun tentunya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Maluku Utara secara maksimal dari segala aspek.

Dalam kesempatan yang sama DR. Ir. Manggas Rudy Siahaan selaku kepala Pusat Pengembangan Wilayah III Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kemen PUPR-RI mengatakan, mata rantai pasokan industri lokal diharapkan ketika jembatan dibangun material lokalnya diambil dari Maluku Utara kecuali material dengan teknologi tinggi yang memang tidak bisa disediakan.

Manggas juga menyarankan untuk dibentuknya tim percepatan perwujudan pembangunan kota baru Sofifi dan jembatan Temadore di bawah komando Gubernur Maluku Utara tim percepatan ini yang malakukan komunikasi dan fasilitasi pemerintah daerah ke pusat.

Sementara itu, kegiatan webinar kali ini menghadirkan pembicara utama DR. Ir. Manggas Rudi Siahaan, M.Sc, Ir. Yudha Handita Pandjiriawan, MT dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Ir. Dody Kusmana, MT dari Universitas Sangga Buana-YPKP Bandung dan Yerrie Pasilia, ST dari Dinas PUPR Maluku Utara dan di pandu oleh DR. Ir. Husnullah Pangeran, MT sebagai moderator yang juga merupakan Warek 1 Universitas Bumi Hijrah dengan pranata cara Nita Syafariah, SE.,MM dan Adam Ibrahim, S.Pd. (HI)