Beranda Halmahera Tengah Kunjungi Kawasan Industri Weda Bay, Menko Marves: Provinsi Malut Catat Pertumbuhan Ekonomi...

Kunjungi Kawasan Industri Weda Bay, Menko Marves: Provinsi Malut Catat Pertumbuhan Ekonomi Positif

160
0
BAGIKAN
Menko Marves bersama tiga menteri lainnya saat mengunjungi kawasan industri PT.IWIP.

HALTENG – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berkunjung ke Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Selasa (22/6/21).

Kedatangannya juga didampingi oleh 3 menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu lainnya, yakni Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan A. Djalil.

Kedatangan mereka disambut oleh Vice President PT IWIP Kevin He, Direktur External Relation ScottYe, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara.

Pada kunjungan ini, Menko Marves dan ketiga menteri sempat mengunjungi berbagai lokasi di dalam Kawasan Industri seperti Smelter, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), dan Pelabuhan.

Dalam sambutannya, Purnawirawan Jenderal TNI itu mengaku terkesan dengan perkembangan yang terjadi di PT IWIP.

“Saya datang hampir 3 tahun lalu waktu ground breaking, sekarang sudah seperti ini,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, investasi di kawasan industri IWIP ini akan terus meningkat, saat ini sudah sampai 5 miliar dollar akan menjadi 11 miliar dollar. Oleh karena itu pemerintah, lanjut dia, akan terus memberikan dukungan kepada proyek ini.

“Pemerintah akan memberikan dukugan terus kepada proyek ini, yang memberikan nilai tambah buat negeri ini. Saya minta kepada Pak Gubernur dan Pak Bupati untuk juga membantu,” ujarnya.

Maluku Utara menjadi satu dari empat provinsi yang mencatat pertumbuhan ekonomi positif di saat pertumbuhan ekonomi nasional bahkan masih minus. Bagi Luhut, hal itu tak terlepas dari adanya peran kawasan industri seperti Kawasan IWIP dengan memberikan manfaat bagi daerah serta mengurangi jumlah pengangguran.

Hingga 2024 nanti kata dia, total pekerja di PT IWIP akan mencapai 32 ribu. Bahkan jika dilakukan pengembangan lagi pada turunan Litihum Baterai, ia meyakini jumlah karyawan akan menjadi dua kali lipatnya. Maka dengan itu kebutuhan akan karyawan akan meningkat, sehingga dibutuhkan pekerja dari daerah lain.

Dengan begitu, dibutuhkan lembaga pendidikan yang bisa melahirkan pekerja-pekerja yang berkualitas. Ia berharap pembangunan Politeknik di Halmahera Tengah yang didukung oleh PT IWIP bisa berjalan lancar.

“Semua nanti di industri seperti ini ada Politeknik yang khusus untuk anak-anak di sekitar pabrik untuk dipersiapkan menjadi tenaga kerja terampil dan dapat bersaing di Kawasan Industri,” katanya.

Saat meninjau Control Room Smelter, Luhut terkesan karena terdapat banyak karyawan yang merupakan warga Halmahera Tengah.

Ia meyakini ke depannya pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur akan lebih baik lagi, sehingga pada 2024 Indonesia akan menjadi salah satu produser lithium baterai terbesar di dunia.

“Jadi mari kita bekerja bersama, mari berpikir positif. Kalau ada yang kurang sambil jalan kita perbaiki. Saya rasa perusahaan ini sudah memberikan kontribusi yang baik bagi daerah ini,”pungkasnya.

Sementara itu, Vice President PT IWIP Kevin He mengaku terhormat dengan kedatangan tersebut. Ia berharap dan akan berupaya agar PT. IWIP bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Saat ini kawasan industri ini terus berkembang. Mudah-mudahan ke depannya Kawasan IWIP akanselalu memberikan kontribusi positif bagi bangsa ini, lebih khususnya untuk masyarakat yang berada disekitarkawasan industri,” tandasnya. HI