Beranda Maluku Utara Menteri Kesehatan RI Buka Jambore PLA Malaria ke III di...

Menteri Kesehatan RI Buka Jambore PLA Malaria ke III di Ternate

806
0
BAGIKAN

Gamalamanews.com-Ternate,  Ada yang berbeda di lapangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Kelurahan Manggadua Ternate. Jejeran tenda dan panggung rapi berdiri, iringan tarian dan musik mengiringi berlangsungnya pembukaan Jambore PLA Malaria ke III dan Peringatan Hari Malaria Sedunia ke 10.

Di hadiri Menteri Kesehatan RI  Prof. DR. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K), Sejumlah Kepala Daerah di Maluku Utara, Walikota Ternate, Forkompimda Kota Ternate dan SKPD Kota Ternate, pembukaan Jambore PLA Malaria ke III itu berlangsung meriah. Jambore Malaria ini rencananya akan berlangsung selama dua hari yakni dari tanggal 27-29 April 2017.

Sebagai tuan rumah, Kota Ternate  berhasil menampilkan suguhan menarik yang mampu menghipnotis mata para tamu dan pengunjung, tarian soya-soya, aksi drum band danPolisi Cilik binaan Polres Ternate berhasil  memukau peserta jambore yang datang dari 10 kabupaten kota yang  tersebar di Maluku Utara.

Menteri Kesehatan RI Prof. DR. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K), mengatakan Ia sangat bangga  Kota Ternate dapat menurunkan angka penderita Malaria.

 

Selanjutnya menteri mengatakan Kementerian Kesehatan RI mempunyai program hidup sehat,  Ia mengajak  agar menerapkan hidup sehat, Menteri mengemukakan kekagumannya kepada  sejumlah atraksi   anak-anak yang begitu enerjik menampilkan tarian soya-soya dan atraksi polisi cilik.

Menteri Kesehatan RI saat memberi sambutan

“ Ternate sangat terkenal sejak dulu dengan perlawanan penjajah dan berhasil mengusir bangsa Kolonial keluar dari Jajirah Al-Mulk. Jika penjajah saja bisa di usir kenapa nyamuk Malaria tidak bisa ?, kita harus bisa mengusir nyamuk”, gurauan menteri itu di sambut tepuk tangan dan gelak tawa para pejabat yang hadir.Menteri juga  menyarankan agar menanam serai, untuk mengusir nyamuk “ kalau kita menanam serai saya kira kita bisa membuat produk pembersih rumah dan dapat mengusir nyamuk, kelambu juga harus di pakai agar terhindar dari gigitan nyamuk malaria, saya juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pemerintah Kota Ternate yang ke 18”, tutur Ibu Menteri.

Walikota Ternate saat memberi sambutan

Selain itu Menteri Kesehatan, Wakil Gubernur Maluku Utara, Walikota Ternate dan  juga membuka Jambore PLA Malaria ke III, secara simbolis dengan memukul tifa.

 

Sementara itu, Walikota Ternate, DR H Burhan Abdurahman SH,MM dalam sambutannya mengatakan sebagai wujud implementasi  visi misi Bahari Berkesan maka langkah-langkah program kegiatan pengendalian penyakit malaria di Kota Ternate saat ini telah menunjukkan hasil yang baik yang ditandai dengan menurunnya insiden Malaria hingga1,9/mill pada tahun 2011 dan pada tahun 2012 menurun manjadi 1,7/mill, sedangkan pada tahun 2016 menurun jauh menjadi 0,2/mill.

“Bila dibandingkan dengan indicator Nasional Annual Parasit Insidence (API) kurang dari 1%, hal ini menandakan  bahwa semakin menurunnya angka Penyakit Malaria di Kota Ternate.Berdasarkan data di atas maka perlu  dilakukan penilaian indicator pengendalian Malaria menuju eliminasi berdasarkan kebijakan daerah yang terfokus dengan memprioritaskan strategi, pendekatan program yang berbeda pada sector tertentu dengan melibatkan sector terkait menuju akselerasi eliminasi Malaria.

Menteri Kesehatan Ri saat mengunjungi Malaria center

Mengingat Kota Ternate sudah mempunyai wadah Pusat Pengendalian Malaria (Malaria Center) Kota Ternate” jelas Walikota di hadapan Menteri Kesehatah RI.

Selanjutnya, sebagai wujud tindak lanjut dari gerakan Gebrak Malaria yakni gerakan berantas Malaria sebagai strategi nasional dengan tujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian dengan cara memutus mata rantai penularan sehingga penyakit Malaria tidak menjadi masalah kesehatan  masyarakat di Ternate.

”Sebagai wujud gerakan tersebut, serta menyongsong dan mensukseskan Jambore Kader PLA Malaria untuk mencapai target Ternate Bebas Malaria saya sudah mengambil langkah diantaranya, membentuk Malaria Center, menyiapkan perda tentang Pengendalian Malaria, Gerakan Jumat Bersih,Gerakan menanam Tanaman Anti Nyamuk, Sosialisasi  dan Penyuluhan Kesadaran Lingkungan yang Sehat, Pencanangan Ternate Bersih, Pembentukan forum CSR yang melibatkan seluruh BUMN dan BUMD di Kota Ternate melalui partisipasi bantuan sarana kebersihan, Penyusunan Renstra Aksi Pengendalian Malaria” ujar Walikota.

Selain itu Walikota Ternate juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Menteri Kesehatan beserta jajarannya atas koordinasi, petunjuk, bimbingannya dalam penyelenggaraan Jambore Eliminasi Malaria ini. (*)