Beranda Halmahera Barat Program Tanam Jagung Mendapat Perhatian Menteri Pertanian

Program Tanam Jagung Mendapat Perhatian Menteri Pertanian

341
0
BAGIKAN

JAILOLO – Program pengembangan tanaman jagung 20 ribu hektar, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat mendapat perhatian Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.

Menteri Andi berjanji akan bertandang ke Halmahera Barat bulan Desember akhir tahun nanti. Untuk melihat secara langsung kegiatan petani jagung seperti penanaman hingga pasca panen bahkan proses pengapalan untuk di eksport.

“Karena sudah ada kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan dua negara yakni Malaysia dan Piliphina,” ungkap Bupati Danny menirukan pernyataan Menteri Andi, usai menghadiri rakor antara Kementerian Pertanian dengan Pemda se Maluku-Maluku Utara, Rabu (04/10).

Rakor yang berlangsung di ruang pertemuan Gubernur Maluku, di lantai tujuh Kantor Gubernur Maluku tersebut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Maluku Said Assagaf, Wakil Gubernur Malut Muhammad Natsir Thaib, Direktur Bank Indonesia, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Deden Juhara, para Bupati/Walikota serta Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan seMaluku-Maluku Utara.

Hadir juga para stakeholder seperti pimpinan perbankan, para Dandim, Danramil dan Akademisi khususnya Fakultas Pertanian di Kampus-Kampus seMaluku-Maluku Utara.

Rakor yang mengangkat tema mengembalikan kejayaan rempah-rempah di Indonesia tersebut dimanfaatkan penuh oleh Bupati Danny Missy untuk menyampaikan peluang dan tantangan serta progres pembangunan Halbar, khususnya dibidang Pertanian.

Dihadapan Menteri Pertanian dan para Kepala Daerah, Bupati Danny menyampaikan progres capaian program tanam jagung di Halbar. Dijelaskannya, saat ini, program tanam jagung di Halbar sudah memasuki musim tanam kedua. Dimana pada musim tanam pertama, kata Danny, sudah berhasil direalisasikan penanaman jagung seluas 12 ribu hektar yang tersebar di delapan kecamatan.

“Jadi saya optimis, 12 ribu hektar di musim tanam kedua ini dapat kami capai diakhir tahun. Sehingga total penanaman bisa melampaui target yakni diatas 20 ribu hektar,” ucap Danny, menirukan penjelasannya dihadapan peserta forum rakor.

Dikesempatan itu, Bupati Danny juga menyampaikan tantangan yang dihadapi petani jagung di Halbar, seperti kekurangan fasilitas pertanian pasca panen meliputi; mesin pengering, mesin pipil dan mesin panen, serta alat pengolahan lahan berupa mini traktor R4.

Potensi pertanian lainnya yang bisa dikembangkan, lanjut Danny adalah  kelapa, pala dan cengkeh juga padi sawah.

“Lahan padi sawah yang belum tergarap berkisar 1000 hektar,” pungkasnya. (UK)