Beranda Maluku Utara Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional, Wawali Telusuri Dokumen Sultan di Belanda

Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional, Wawali Telusuri Dokumen Sultan di Belanda

527
0
BAGIKAN

TERNATE – Kota Ternate selain masuk sebagai salah satu dari 68 Kota  Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), juga merupakan daerah kesultanan. Salah satu Sultan Ternate yang sampai saat ini masih diusahakan gelarnya sebagai Pahlawan Nasional adalah Sultan Muhammad Djabir Syah.

Wakil Walikota Ternate Abdullah Taher, saat ini sedang berada di Negara Belanda untuk mengikuti agenda kegiatan JKPI, sekaligus menelusuri dokumen Sultan Muhammad Djabir Syah di negara yang terkenal dengan sebutan negara kincir air itu.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda kota Ternate, Syaiful Arsyad di Kantor Walikota, Selasa (10/10) Kota Ternate. Ia menegaskan sesuai surat dari JKPI tanggal 1/8  Sekitar 68 walikota dan bupati seluruh Indonesia yang termasuk dalam anggota JKPI akan hadir di Belanda.  Kegiatan tersebut dimulai tanggal 7 Oktober hingga 15 Oktober 2017.

Ungkapnya, Selain mengikuti agenda JKPI, Wawali dikabarkan akan menelusuri dokumen di Belanda terkait pengusulan Sultan Iskandar Muhammad Djabir Syah sebagai pahlawan nasional. Karena Sultan Iskandar Djabir Syah dianggap cukup banyak memberikan dedikasi dan sumbangsihnya bagi bangsa ini, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan sampai masa di tahun 1950 – 1960, sehingga tercatat sebagai salah salah satu putra terbaik bangsa.

“Catatan sejarah perjuangan beliau sangat penting untuk kita gali kembali sehingga dapat menjadi teladan bagi kita dan generasi muda di masa yang mendatang”, jelas Saiful kepada wartawan GamalamaNews.com.

Menurutnya, Pemkot Ternate, mendukung upaya pemberian gelar pahlawan nasional kepada Sultan Iskandar Muhammad Djabir Syah, karena hal itu dapat dilihat dari pasal 24, 25 dan 26 Undang-undang nomor 20 tahun 2009 yang mengatur tentang prosedur pengusulan Pahlawan Nasional Republik Indonesia, maka kesimpulan tersebut ambil.

“Hal ini semata – semata karena apresiasi dan penghormatan masyarakat Maluku Utara pada beliau dimasa perjuangan merebut, mempertahankan, mengisi kemerdekaan demi keutuhan NKRI,” jelasnya. (HARI)