Beranda Maluku Utara Dukung Segitiga Emas, BI akan Laksanakan Pelatihan Untuk Petani

Dukung Segitiga Emas, BI akan Laksanakan Pelatihan Untuk Petani

364
0
BAGIKAN

TERNATE – Kerja sama lintas Kabupaten Kota yakni, Ternate, Tidore dan Halbar, atau yang dikenal dengan sebutan Segitiga Emas itu terus digenjot, salah satu bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI) perwakilan Maluku Utara, dengan cara membantu pemerintah kabupaten kota dalam melakukan perkembangan terhadap sektor pertanian di Malut.

Kepala BI Perwakilan Malut Dwi Tugas Waluyanto ketika di konfirmasi  Rabu (18/10) mengungkapkan, BI bakal buat pelatihan dan mendatangkan penemuan mikroba yang bisa mempercepat sampah menjadi pupuk, “Selain menjadi pupuk juga bisa menjadi pakan sehingga kita bisa kembangkan pertanian terintegrasi agar permasalahan petani dalam pengedaan pupuk sama pakan bisa teratasi”.

Kata Dia pelatihan yang akan dilaksanakan pada tnggal 24-27/10 nantinya,  bakal diadakan pelatihan sekitar pertanian,  agar masyarakat Malut bisa mandiri tanpa mengarapkan pengembangan pertanian dari pemerintah.

Menurutnya dalam pelatihan yang dilajukan nantinya agar petani di Malut bisa membuat pupuk sendiri,  dan jika petani yang memiliki ternak bisa buat pakan sendiri. Masyarakat tidak lagi ketergantungan dengan pupuk yang harus dibeli, yang mengeluarkan banyak uang karena pupuk atau pakan itu bisa dihasilkan sendiri. “Agar tanah kita semakin lama semakin subur dengan adanya Pengembangan pakan sendiri, “katanya.

Dalam pelatihan yang akan digelar nantinya melibatkan para penyuluh pertanian hususnya di tiga daerah diantaranya, Halmahera Barat (Halbar) ,Ternate dan juga Tidore dalam rangka segitiga emas.

BI terus mendukung pemerintah kota dalam sektor ekonomi, karena BI bukaan hanya melakukan pengedaran uang saja namun membangun perekonamian agar perkembangan ekonomi disetiap daerah jauh lebih baik.

Untuk itu,  melalui pelatihan yang dilakukan nantinya merupakan bentuk dukungan segitiga emas yang menjadi program pemerintah di Malut,  lanjut dia,  ada pun petani-petani dari Halmahera Utara (Halut), Halmahera Timur (Haltim) dan juga Batang Dua. “Untuk Batang Dua sendiri nanti kita konfirmasi lewat Danramil yang ada di Batang Dua,” ungkapnya.

“Untuk penerimaan teori ada di Bank Indonesia satu hari dan sisanya dilakukan praktek lapangan di Hidayatulah,  jadi sistem latihannya terdiri dari pembuatan pupuk, pakan dan juga latihan pertanian hidroponik”, pungkas Dwi. (HARI)