Beranda Halmahera Barat Harga BBM Tinggi, Disperindakop dan Kominfo Lempar Tanggung Jawab

Harga BBM Tinggi, Disperindakop dan Kominfo Lempar Tanggung Jawab

308
0
BAGIKAN
Antrian panjang kendaraan untuk mendapatkan BBM di Halbar

JAILOLO – Masyarakat Halmahera Barat (Halbar) mengeluhkan tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan pertalite yang berada di depot-depot.

Seperti di Guemaadu hingga Sahu. “Di desa Guemaadu harga bahan bakar minyak (BBM) mencapai Rp15 ribu per liter, sementara di Sahu, dijual dengan harga Rp25 ribu, per liter”, ungkap Nances Habib, salah satu warga Jailolo.

Dikatakan Nances Habib, tingginya harga penjualan di depot, dikarenakan adanya penimbunan BBM oleh mafia minyak yang kerap melakukan pembelian di SPBU, dengan menggunakan galon.

“Mereka tahu jika dalam setiap perayaan hari besar agama, seperti Natal dan Idul Fitri Ini kerap menaikan harga BBM”.

Untuk itu Nances meminta pemerintah dan Kepolisian Polres Halmahera Barat untuk segera mengambil langkah, dan menertibkan para mafia BBM ini.

“Pembelian BBM dengan menggunakan gelon itu harus dihentikan, kalau tidak, masyarakat yang jadi korbannya”, saran Nances.

Terpisah, Kapolres Halbar, AKBP Bambamg Wiriawan, saat dikonfirmasi, Rabu (27/12/2017), mengaku jika pihaknya bakal menertibkan aksi mafia depot hari ini, “Rabu tapi kalau tidak besok Kamis”, terang Kapolres.

Diakui Kapolres, penertiban yang dilakukan nantinya, dikemas dalam bentuk razia, “Jadi modelnya nanti dalam bentuk razia”, janjinya.

Sementara kepala Disperindakop, Martinus Djawa, saat dikonfirmasi, mengaku jika data secara keseluruhan telah diberikan ke Dinas Kominfo, Kehumasan, Persandian dan Statistik.

“Jadi konfirmasi ke Sek Kominfo saja,” saran Martinus. Namun, Sahmi Salim, selaku sekretaris Diskiminfo, saat dikonfirmasi, mengaku belum menerima data dari Martinus.

“Saya belum dapat info dari pak Martinus, coba saya minta pertanyaannya, untuk dilanjutkan ke beliau Pak Martinus,”kata Sahmi.

Namun, hingga berita ini ditulis, respon dari pihak Disperindakop, melalui Diskominfo, belum juga ada tanggapan balik.(UK)