Beranda Maluku Utara Saat Kapolres Tidore Sambangi Kampung Kecil di Kaldera Gunung Tidore

Saat Kapolres Tidore Sambangi Kampung Kecil di Kaldera Gunung Tidore

1232
0
BAGIKAN
Kapolres Tidore saat berada di Puncak Kie Matubu

TIDORE – Kapolres Tidore Kepulauan, AKBP Azhari Juanda, SIK bersama Kepala BRI Cabang Soasio Luthfi Riza H, Kasat Binmas Polres Tidore AKP Fauzi Iskak Dibyantoro, Kapolsek Tidore IPTU La Badau, serta tiga personil Polres Tidore dan tiga karyawan BRI Cabang Tidore pada Minggu (28/01/2018) pagi sekira pukul 07.40 WIT melakukan pendakian menuju ke Talaga Puncak, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara.

Pendakian ke Talaga Puncak dilakukan Kapolres beserta rombongan dalam rangka melihat secara langsung keberadaan kampung Talaga yang letaknya sangat unik, yakni berada di dalam Kaldera Gunung Kie Matubu Tidore, serta meninjau sekolah SD Negeri Talaga Puncak.

Kapolres Tidore dan rombongan

Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan jarak tempuh diperkirakan 3,5 KM dari Kelurahan Mafututu Tidore Timur tersebut, seakan menjadi pengalaman tersendiri bagi Kapolres beserta rombongannya, sebab kondisi jalan bekas gusuran yang telah dibuka 7 tahun itu keberadaannya nyaris rusak total akibat terkikis air saat musim hujan.

Ditambah lagi topografi yang curam membuat tertatih-tatih menaikinya. Beruntung, semilir angin sepanjang perjalanan sangat membantu selama pendakian. Ditambah pemandangan pulau-pulau di sekitar Tidore yang memanjakan mata, saat melihatnya seakan menghilangkan penat akibat pendakian.

Perjalanan menuju Kampung Talaga

Begitu memasuki kawasan Talaga Puncak, Kapolres beserta rombongan dibuat takjub akan kampung kecil di kaldera gunung Tidore tersebut. Hamparan tanaman sagu nan subur di kaldera talaga seakan menghipnotis mata saat memandanginya. Dan ketika tatapan mata dipindahkan pada tebing-tebing kaldera, terlihat kebun warga yang dipenuhi dengan hamparan pohon durian, cengkih, pala, pinang, hingga sayur-mayur membuat mata semakin dimanjakan.

“Masya Allah, luar biasa kondisi alam di desa Talaga Puncak ini, begitu subur nan indah saat dipandang,” ujar Kapolres saat menatap bentang alam Talaga Puncak tersebut.

Berpose di sebuah sekolah di kampung tersebut

Diketahui, kaldera Talaga sudah lama mengering, menyisakan lahan nan subur. Sumber air yang ada di dalam cerukan raksasa itu adalah sebuah rawa yang dipenuhi tanaman sagu. Di tepian kaldera, perjalanan masih harus dilanjutkan menuju kampung Talaga, namun kondisinya tidak terjal sebagaimana perjalanan awal mendaki tadi.

Tiba di kampung Talaga, sekitar pukul 09.50 WIT Kapolres beserta rombongan kemudian melihat-lihat kondisi sekolah dasar sambil melakukan sesi foto di depan sekolah.

Salah satu rumah warga di kampung Talaga yang masih sangat tradisional

Kata Kapolres kepada media ini yang juga turut serta mendampingi Kapolres beserta rombongan mendaki Talaga Puncak, bahwa dirinya berencana menyumbangkan sedikit buku ke perpustakan sekolah agar bisa menambah literasi bagi anak-anak di Talaga Puncak. “Saya berencana memberikan bantuan buku ke perpustakaan sekolah ini, hal itu dilakukan agar dapat membantu anak-anak dalam menambah literasi mereka. Sebab buku adalah jendela ilmu,” kata Kapolres.

Usai melihat kondisi sekolah, Kapolres beserta rombongan kemudian menuju ke areal perumahan warga. Kampung menjadi begitu sepi, sebab sebagian besar penduduk memilih berada di kebun mereka. Dan hanya beberapa warga masyarakat yang ditemui oleh Kapolres.

Saat berbincang dengan warga sekitar

Talaga sendiri hanya dihuni sekitar 32 keluarga dengan jumlah jiwa berkisar 160 orang. Secara administratif, Talaga berada di RT/RW 10/03 Kelurahan Rum. ”Dulu disini banyak orang, cuman sebagian su turun kampung dan sebagian masih tetap disini karena tidak mau meninggalkan kebun mereka. Sedangkan sebagian masih punya kebun di sini, tapi tidak tinggal di sini lagi,” kata Elvi, warga setempat saat ditanya oleh Kapolres tentang sebagian masyarakat di kampung Talaga tersebut.

Turun kampung berarti meninggalkan Talaga dan berpindah ke kampung lain di wilayah pesisir Tidore.

Elvi yang juga sebagai mahasiswa di salah satu kampus ternama di Kota Ternate itu, mengatakan bahwa, biasanya waktu libur dan musim buah durian banyak anak-anak di Talaga puncak yang kembali ke kampung halamannya.

Kapolres Tidore dan rombongan menapaki jalan tak beraspal

Selain Elvi, Kapolres beserta rombongan juga menyembangi beberapa warga yang terlihat saat itu. Beberapa warga-pun menghidangkan teh manis kepada Kapolres.
Sejumlah warga yang ditemui oleh Kapolres, mereka mengatakan, di kampung mereka banyak sekali hasil bumi baik itu durian, pala, cengkih dan juga sayur-mayur namun sangat sulit untuk diangkut, sebab kondisi jalan yang terjal lagi berlubang yang membuat mereka harus memikul hasil komuditi tersebut sepanjang 3,5 KM jauhnya.

Olehnya itu, saat ini, satu-satunya impian warga yang belum tercapai adalah memiliki jalan yang layak. Jalan yang bakal lebih memudahkan mereka mengangkut hasil panen ke pasar. Tentunya, harapan masyarakat Talaga Puncak ini, merupakan harapan kita bersama. Mereka yang hidup di tempat tersebut adalah masyarakat kota Tidore yang juga punya hak yang sama mendapatkan apa yang bisa di dapatkan oleh masyarakat lain di Kota Tidore Kepulauan.

Usai mengunjungi kampung mungil di Kaldera Gunung Tidore itu, Kapolres beserta rombongan kemudian kembali dengan melewati jalan yang sama. Dalam perjalanan, Kapolres berharap semoga jalan tersebut dapat diperbaiki sehingga mempermudah akses bagi warga masyarakat di kampung Talaga Puncak. (SS)