Beranda Maluku Utara Malut, Impor Barito Dari Manado

Malut, Impor Barito Dari Manado

612
0
BAGIKAN
Ilustrasi pedagang barito di Ternate

TERNATE – Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di Kota Ternate dalam hal ini bawang, rica (cabai), tomat (Barito) maka ketua pemasok barito terpaksa mengambil stok dari luar Malut, khususnya tomat.

Ketua pemasok barito Nursidik (42), (30/01/2018), ketika di konfirmasi wartawan melalui telepon seluler mengatakan pihaknya saat ini kekurangan stok tomat dari Malut sehingga permintaan lebih sedikit dari pada kebutuhan, jadi mau tidak mau harus mengambil stok dari luar Malut seperti Manado. Karena untuk stok tomat yang masuk di Ternate dari tinggal dua daerah saja, kemudian stok per hari sekitar 2 ton jadi tidak mencukupi kebutuhan.

Kalau tomat dari Haltim dan Tidore Kepulauan stoknya lebih banyak dari manado. Dari Manado itu dalam satu hari itu sekitar 10 ton yang di suplai ke Ternate.
“Suplai paling banyak dari Kota Manado karena selain stoknya banyak, kualitas juga bagus di banding tomat di Malut yang kualitasnya masih di bawah”, jelasnya.

Menurutnya, stok tomat yang masuk ke Kota Ternate ini masih didominasi dari luar Ternate, karena untuk kualitas tomat dari Manado sebanding dengan harganya di pasaran. Ketika disentil soal segitiga emas, pihaknya mengatakan untuk program segitiga emas ini pemerintah terkait harus konsentrasi di petani, “Jangan hanya sekedar seremonial saja, nanti di saat ada proyek baru jalan”, cetusnya.

Harus terus dikembangkan karena segitiga emas sejak di bentuk sampai saat ini masih terkesan mati suri. Sebenarnya segitiga emas ini punya peluang yang besar hanya saja sumber daya manusia saja yang kurang begitu konsen.

“Segitiga emas itu sangat berpotensi sekali karena di dalam ada Pemerintah Halbar, Ternate dan Tikep”, tambahnya.

Sekedar diketahui untuk harga barito saat ini masih terus menurun karena harga sekarang untuk cabai keriting eceran 25-26 Ribu/kg sebelumnya Rp 40 Ribu/Kg, cabai nona Rp 30-35 Ribu/kg sebelumnya Rp 60 Ribu/Kg, tomat Rp 8 Ribu/Kg sebelumnya Rp 16 Ribu/Kg, bawang masih stabil dalam 3 bulan terakhir ini pada angka Rp 35 Ribu/Kg. (Ty)