Beranda Maluku Utara Bobol Deker, Kadis PUPR Geram

Bobol Deker, Kadis PUPR Geram

355
0
BAGIKAN
Kadis PUPR Kota Ternate, Risval Tribudiyanto S.T

TERNATE –  Kepala Dinas Pekerjaan Umum  dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate  sangat kesal  dengan adanya penanaman  pipa yang dilakukan oleh   Satker Pengembangan SPAM bidang Cipta Karya. Pekerjaannya justru membobol deker yang terletak di Kelurahan  Ubo- Ubo, mengakibatkan rentan terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan.

Kadis PUPR  Risval Tribudiyanto  kepada media ini Rabu (7/2/2018)  menuturkan,  Pemerintah Kota sangat mengapresiasi seluruh infrastruktur yang  berlokasi di Kota Ternate.

Namun tentunya harus dilihat  agar dalam proses pembangunan itu tidak mengganggu, maupun motode pekerjaan harus  menjadi catatan.

Karena di  areal tersebut sangat padat  aktifitas lalu lintas,  bagi  siswa yang berlokasi di SMA Negeri 2  Kota Ternate.

Untuk itu, kata Risval  dengan kondisi hujan lebat yang terjadi tadi pagi (Rabu pagi red) sangat disesalkan,  karena sudah mengganggu aktifitas paling tidak menjadi catatan  tersendiri untuk  pelaksana, maupun pengguna anggaran yang ada di daerah ini agar  ditinjau kembali metode pelaksanaan.

Paling tidak jangan mengganggu, tentunya sesudah dilakukan penggalian maka harus diangkat jangan dibiarkan seperti itu, karena pada saat  hujan nanti terjadi seperti   ada kolam di samping  jalan.

Ditakutkan jangan sampai mengganggu pada saat pelaksanaan konstruksi  yang satu justru dapat mengganggu kontruksi  yang lain. “Ini yang tidak kita inginkan bersama”, ucapnya.

Meski demikian, kata   Risval,  Ia sudah menyurat secara resmi dan memberitahukan kepada  Satker agar metode pelaksanaan ditinjau kembali dan kalau bisa langsung dibersihkan pada saat melakukan penanaman pipa, dan  dibersihkan sisa galian serta langsung dilakukan pengaspalan kembali jangan dibiarkan seperti itu.

Dikarenakan itu sangat mengganggu aktifitas warga dan merusak pemandangan yang ada.  apalagi kata dia, sampai pembobolan deker  ini ditakutkan, jangan sampai terjadi gangguan aktifitas lalu lintas dan lain – lain nanti Pemkot yang disalahkan. “Ini yang harus dipikirkan dan sangat diharapkan kerja samanya”, ungkapnya.

Pembobolan deker tersebut misalnya, mestinya harus ada pemberitahuan ke Pemkot, agar  bisa menyikapi hal tersebut. Karena yang dilihat  di lokasi itu  setelah dibobol, dibiarkan begitu saja bahkan tidak dipasangi rambu lalu lintas, jangan sampai pengguna jalan mengalami kecelakaan akibat dari pekerjaan tersebut.

Paling tidak ada tanda larangan dipasang agar pengguna jalan juga berhati-hati karena kalau deker sudah dibobol  seperti itu, harus ditindaklanjuti dengan memperbaiki kembali jangan dibiarkan sebab di area tersebut aktifiras lalu lintas sangat tinggi.

Seraya menyampaikan, material yang masuk kedalam badan jalan itu harus diantisipasi, karena apabila debit hujan yang tinggi maka tidak hanya masuk ke  saluran saja tetapi juga badan jalan yang menganggu badan jalan. (HT).