Beranda Maluku Utara Memperingati 3 Tahun Berpulangnya Sultan Ternate, Imlek Tahun ini Sengaja di Buat...

Memperingati 3 Tahun Berpulangnya Sultan Ternate, Imlek Tahun ini Sengaja di Buat Meriah

566
0
BAGIKAN
Kembang api menghias langit Kota Ternate tanda perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina

TERNATE – Perayaan Imlek tahun ini berbeda dari 2 tahun sebelumnya, jika dua tahun sebelumnya perayaan Imlek tampak biasa-biasa saja, akan tetapi tahun ini oleh umat Konghucu Kota Ternate, Maluku Utara, dibuat meriah.

30 menit pesta kembang api menghiasi langit wilayah Kesultanan Ternate, di 3 titik berbeda. Letupan demi letupan terdengar di mana-mana,  warna warni kembang api terus menghiasi langit malam.

Bukan tanpa sebab perayaan Imlek ini sengaja dibuat meriah, meskipun klenteng yang sudah berusia 400 tahun itu masih kokoh berdiri di tengah pemukiman  masyarakat Muslim, akan tetapi bentuk saling menghargai antar umat beragama nampak terlihat ketika perayaan Imlek berlangsung.

Mulai dari anak-anak, ibu-ibu hingga pria dewasa Muslim lainnya ikut serta dalam perayaan Imlek yang dipusatkan di Klenteng,
Ibu Suri Agung atau  Thian Hou Kiong yang juga dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Klenteng Tapi Kong, kelurahan Gamalama, Ternate Tengah.

Kembang api menambah kemeriahan perayaan Imlek di Ternate

Boy Ang Pendeta Ummat Konghucu sekaligus dalam struktur Pemerintahan Kesultanan Ternate ia sebagai Kapita Cina kepada awak media, seusai perayaan Imlek malam Kamis (15/2/2018) menuturkan bahwa perayaan imlek tahun ini sengaja dibuat meriah karena bertepatan dengan 3 Tahun meninggalnya Almarhum Sultan Ternate, Ou Mudaffar Syah.

“Perayaan Tahun Baru Imlek 2569 Kongzilli atau Tahun Anjing yang jatuh pada tanggal 16 Februari 2018, ini memang tampak berbeda karena sekaligus kita memperingati 3 tahun kepulangan Yang Mulia Sultan Ternate,” jelas Boy Ang dengan mata berkaca-kaca.

Berdoa di Klenteng Tertua di Ternate pada malam perayaan Tahun Baru Imlek

Kisah dia, bahwa 3 tahun yang lalu dengan hari yang sama saat itu pada pukul 02.00 wit dini hari Almarhum Sultan Ternate berpulang.

“Pas Kita pe tutup klenteng, berita masuk bahwa almarhum telah meninggal,” kisah pria yang biasa disapa ko Boy.

Terhenti sejenak ko Boy kemudian melanjutkan ceritanya, bahwa waktu itu tiga tahun silam, Ia sempat menyalakan banyak kembang api dalam perayaan Imlek, sambil memperagakan ko Boy menyatakan Haji Bur (Burhan Abdurahman), bakar satu dan  Arifin Jafar bakar satu.

“Tepat tiga tahun yang lalu di tempat yang sama,” pungkasnya. (HT)