Beranda Maluku Utara Pendeta Klenteng Ibu Suri, sebut Tahun Politik akan Terjadi Riak-Riak

Pendeta Klenteng Ibu Suri, sebut Tahun Politik akan Terjadi Riak-Riak

1714
0
BAGIKAN
Pendeta Khonghucu Boy Ang saat memimpin doa

TERNATE – Waktu menunjukkan pukul 17.00 Wit, aktifitas umat Khonghucu di Kota Ternate terus terlihat kesibukannya. Pakaian khas negeri bambu digunakan, merah keemasan menyelumuti badan mereka, diselingi tawa kebahagian begitu nampak terlihat.

Keramaian ini bukan tanpa makna, hal ini disebabkan oleh karena persiapan umat Khonghucu akan melaksanakan sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek 2569 Kongzilli atau Tahun Anjing yang jatuh pada tanggal 16 Februari 2018.

Sebelumnya berbagai persiapan terutama dilakukan oleh umat Khonghucu di Klenteng Ibu Suri Agung atau  Tapi kong, atau Thian Hou Kiong, kelenteng tertua di Ternate, Maluku Utara yang telah berusia 400  tahun yang berada di Kelurahan Gamalama Ternate.

Pendeta Khonghucu Ternate Boy Ang mengatakan, menghadapi Hari Raya Imlek tahun ini bagi ummat Khonghucu di Kota Ternate diawali dengan membersihkan klenteng oleh ummat Khonghucu.

Pada malam mengakhiri tahun 2568 dan menyambut Imlek 2569 ummat Khonghucu melaksanakan ibadah syukur  di  Klenteng Ibu Suri Agung.

Kapolres Ternate AKBP Kamal Bachtiar memberikan angpao pada barongsai yang sedang melakukan atraksi

”Mengawali Imlek telah dilakukan kegiatan membersihkan Klenteng dan nantinya sambut Tahun Baru Imlek dilaksanakan ibadah syukur di Klenteng Ibu Suri Agung,” ungkapnya.

Tahun baru imlek 2569 kongzilli di Klenteng Ibu Suri Agung dilaksanakan ibadah juga dilanjutkan dengan ibadah pada Jumat (16/2/2018) oleh ummat Khonghucu Ternate.

Suasana nampak begitu ramai dikala jarum jam semakin bergerak, warga umat muslim yang berada di kawasan itu memadati halaman depan Klenteng, tak jarang beberapa warga sengaja masuk dan berbaur dengan umat khonghucu.

Perayaan malam ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini sengaja didatangkan para pemain barongsai dari Manado, Sulawesi Utara, untuk menghibur warga. Amplop berukuran mini berwarna merah terus di bagikan, bahkan pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pihak keamanan dilibatkan dalam malam perayaan Tahun Anjing ini.

“Harapan di tahun ini karena tahun politik semoga kita bisa dapatkan pemimpin, Maluku Kie Raha yang hebat, apalagi pada sio Anjing ini yang bermakna bahwa anjing itu bagus, bisa jaga rumah, binatang yang setia pada tuannya, tapi yang satu harus ada riak-riaknya dia suka bagong-gong (menggonggong) tapi tara basar (tidak besar) dan mudah-mudahan jangan,” pungkas ko Boy. (HT)