Beranda Maluku Utara Pengukuhan Haji Bur sebagai Sangaji Jiko Malofo Bagian-2

Pengukuhan Haji Bur sebagai Sangaji Jiko Malofo Bagian-2

602
0
BAGIKAN
Prosesi adat

Butuh 50 Tahun Lebih Baru Muncul Bibit Pemimpin Baru

TIDORE –  Sangaji Laisa Mohtar Sangaji saat memberikan sambutan usai pengukuhan Haji Burhan Abdurahman sebagai Sangaji Malofo mengungkapkan, setelah saya pakaikan pakaian dan lipat itu bahasa orang tua-tua, ‘No Dadi  Wange No Sita Fiaro Kie Se Gam, No Dadi Ora No Sita Toma Sifutu Madoya’ yang artinya ‘Jadilah mentari, memberi cahaya di seantero negeri, Jadilah rembulan memberi cahaya dimalam yang gulita’.

Warga yang menyaksikan, prosesi adat.

Makna ini sebenarnya pak Bur sudah laksanakan, tapi dalam konteks Ternate yang diharapkan ketika pak Bur bisa jadi gubernur nanti,  bisa menyinari Maluku Kie Raha itu yang paling penting Sabtu (17/2/2018).

Lanjut, ketika Sultan Jainal Abidin Syah jadi Gubernur Irian Barat pada tahun 1962 berarti sekitar 50 tahun lebih baru muncul lagi bibit Tidore yang mau menjadi Gubernur Maluku Utara.

BACA JUGA

Pengukuhan Haji Bur sebagai Sangaji Jiko Malofo Bagian-1

“Jadi cukup lama, anak-anak tidore yang akan muncul kalau setelah pak Bur mungkin puluhan tahun lagi baru bisa ada generasi penerusnya jadi pasti akan lama,” ujarnya.

Masih kata Sangaji Laisa,  Panwas sudah menyuarakan slogan perangi politik uang, maka jangan kemudian orang kase uang kemudian kita jual suara, hindari itu buka kecerdasan otak kita.

“Malam ini kita kukuhkan dan hanya malam inilah Haji Bur yang dikukuhkan pakai pakeang (baju) adat, banyak sesepuh Mareku tetapi hanya diucapkan, untuk itu malam ini mudah-mudahan rahmat itu jatuh di pak Bur insya Allah di bulan Juni nanti,” pungkasnya. (HT)