Beranda Advetorial Kepala BP4K Kementerian Perdagangan RI, Pantau Harga Bahan Pokok di Ternate

Kepala BP4K Kementerian Perdagangan RI, Pantau Harga Bahan Pokok di Ternate

486
0
BAGIKAN

TERNATE – Kepala Badan (Kaban) Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan,Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Dr. Ir Kasan, M.M, bersama Kepala Pusat Pengkajian Kerja Sama Perdagangan Internasional, Ir Sri Nastiti Budiantio M.Si beserta stafnya melakukan kunjungan kerja di Ternate Maluku Utara Selasa (01/05).

Usai transit di Kantor Disperindag Kota Ternate, di dampingi Pelaksana Tugas (PLT) Walikota Ternate, H Abdullah Tahir dan sejumlah SKPD, Kasan lalu melakukan blusukan di Pasar Higienis Ternate.

Di pasar Higienis Kasan langsung berdialog dengan sejumlah pedagang daging sapi. Ia mempertanyakan kestabilan harga dan pasokan daging sapi di Ternate jelang bulan suci ramadhan. Tak hanya pedagang daging
segar yang di kunjunginya, pedagang telur, beras dan sejumlah bahan pokok tak luput dari perhatiannya.

Kaban Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Dr. Ir. Kasan, M.M didampingi PLT Walikota Ternate H Abdullah Tahir.

Kunjungan kerjanya di Ternate kali ini, untuk memantau harga-harga bahan pokok serta kestabilan pasokan menjelang bulan suci ramadhan di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Usai blusukan di pasar higienis Kaban BP4K dan rombongan menuju pelabuhan Ahmad Yani Ternate, ia bermaksud memantau bongkar muat barang, untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pokok.

Saat di wawancarai sejumlah media ia mengatakan, “Kita pantau beberapa bahan pokok, pertama tadi daging segar, pertama stabil diharga 110 ribu, kemudian pasokan tadi dari pedagangnya aman lancar, cuma harus diantisipasi oleh kita, kaitan dengan seandainya ada pasokan sapi dari Maluku Utara ini ke daerah lain, ini supaya dijaga dan dikendalikan karena akan mendorong kenaikan harga. Kemudian yang lain, saya menemukan beras medium justru di bawah HET, kebetulan di pasok Bulog. Jadi beras medium,sebenarnya itu salah satu yang akan kita saksikan, bahwa nanti semua pedagang beras bisa menjual beras mediumdengan harga HET, kalau di bawah (HET) syukur, Bulog sudah memasok pedagang dan barusan sudah ada,saya kira harganya di bawah HET dan kualitasnya juga bagus, kemudian peminatnya cukup banyak, tadi informasi dari pedagang ternyata beras medium di bawah HET yang 10 ribu perkilo itu tadi, banyak sekali yang meminati. Saya berharap itu akan terus berlangsung dan minimal sampai akhir tahun, kita akan menggerek harga beras yang lain lebih murah. Karena nanti banyak pilihan, konsumen kalau dengan harga lebih bagus kulalitas tidak jauh berbeda tentu ini akan membantu konsumen. Kemudian yang lain ada beberapa seperti gula pasir, yang harga di 13 ribu, sebenarnya HET Rp.12.500, kemudian yang sedikit naik itu bawang merah dan telur naik antara 100 sampai 200 perak, kemudian minyak goreng, saya kira minyak goreng karena kebijakan HET, ada yang kemasan sederhana, saya akan cek di pasar modern, di pasar modern harus di pastikan, di sini gak ada daging beku, yang lain saya kira relatif stabil, bahan pokok yang lain diinfo dari pedagang sayuran misalnya kol semua dari provinsi Maluku Utara. Sekarang ke depan, kita akan terus koordinasi dengan
teman-teman di daerah termasuk Bulog, Satgas Pangan, dinas-dinas, Bank Indonesia, kita akan pantau terus. Dipastikan tidak ada gejolak harga yang menyebabkan masyarakat tidak tenang menjalankan ibadah puasa dan merayakan lebaran”, jelasnya.

Saat ditanya apakah harga barang berpengaruh dengan bongkar muat barang yang ia menjawab, “Nanti kita lihat, yang jelas jika geografisnya seperti ini faktor cuaca pasti mempengaruhi, kita akan cek, dugaan saya dari beberapa provinsi yang kepulauan seperti ke pulauan Riau misalnya, mereka juga sama, mereka antisipasi lebih awal, jadi barangnya udah masuk duluan, hingga dia distribusi ke kepulauan lain, disini kepulauannya lebih banyak 1000 lebih, nanti kita akan cek selanjutnya, mudah-mudahan tidak ada hambatan faktor cuaca misalnya, tapi pasokan dari sisi suplayernya dari Jawa,Sulawesi dan NTB saya kira itu juga lancar, termasuk tadi bawang merah itu dari Bima”, tandasnya.

Usai blusukan mengecek ketersedian pangan dan harga bahan pokok, rombongan langsung menuju ke pelabuhan Ahmad Yani Ternate. Blusukan lalu berlanjut dengan menyambangi pasar modern Hypermart, di jalan Sultan M Djabir Sjah, Kota Ternate Tengah, berlanjut ke Bulog mengecek ketersediaan beras, dan beberapa agen penyalur bahan pokok di Kota Ternate. (Red)