Beranda Hukrim Momentum May Day, Mahasiswa Malut Minta Jokowi Batalkan Kepres Nomor 20 tahun...

Momentum May Day, Mahasiswa Malut Minta Jokowi Batalkan Kepres Nomor 20 tahun 2018

927
0
BAGIKAN
Aksi demonstrasi

TERNATE – Bertepatan dengan May Day atau Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei, ratusan mahasiswa yang tergabung dari organisasi internal dan eksternal turun ke jalan menyuarakan kesetaraan dan kesejahteraan buruh yang ada di Maluku Utara (Malut).

Aksi itu di fokuskan di depan Landmark Kota Ternate, Kelurahan Muhajirin, Ternate Tengah, berjalan dengan damai meski sempat terjadi aksi bakar ban bekas.   Namun segera di redam oleh anggota kepolisian yang siap siaga mengawal jalannya aksi tersebut.

Arjun Onga perwakilan LMND Malut kepada media ini menyatakan penolakan keras kepada hasil keputusan presiden mengenai Kepres No 20 Tahun 2018.

“May Day adalah hari buruh internasional, bagi kami hal yang paling spesifik adalah menolak Kepres  nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), karena bagi kami ketika Kepres ini dikeluarkan, buruh-buruh lokal yang ada di Malut  akan mengalami keterpurukan,” ujar Arjun, Selasa (1/5).

Aksi bakar ban bekas.

Dengan adanya aksi May Day itu Arjun juga menambahkan mereka sangat kecewa dengan keputusan presiden yang nota bene tidak memihak kepada buruh di Indonesia,

“Sejak sebulan yang lalu Presiden Indonesia Joko Widodo telah sepakati keputusan Kepres itu makanya dari aksi ini kami meminta agar segera mencabut, keputusan itu,” tegasnya.

Selain itu ia menghawatirkan terkait kehidupan buruh lokal Malut, karena semakin banyaknya TKA yang masuk maka berakibat kepada buruh lokal yang semakin tidak mendapat tempat di negeri mereka sendiri.

“Sesuai dengan data yang kami dapat dari BPS Provinsi Malut jumlah TKA, yang berasal dari cina itu sebanyak 11.700 yang berada di Malut dan bagi kami bahwa banyaknya TKA, maka buru Malut ini tidak dapat tempat di negeri sendiri,” pungkasnya. (HT)