Beranda Maluku Utara Bawaslu minta Parpol Proaktif Awasi DPS

Bawaslu minta Parpol Proaktif Awasi DPS

303
0
BAGIKAN
Situasi rapat pleno

MALUT – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara, Hj. Masita Nawawi Gani SH meminta seluruh lapisan masyarakat dan pengurus partai politik (Parpol) untuk melakukan pengawasan dan verifikasi terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2019, yang telah diumumkan KPU Malut.

“Salah satu potensi sengketa dalam pemilihan nanti dipastikan berasal dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mengacu dari DPS”, ungkap Masita Nawawi saat menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2019 oleh KPU Provinsi Malut, bertempat di Halmahera Ball Room Dafam Hotel Ternate, Rabu (20/6).
Untuk itu, diharapkan semua elemen dari satuan tingkat terkecil rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) maupun di kelurahan, kecamatan, dan kota untuk melakukan verifikasi DPS.

Koordinator Divisi PHL Bawaslu itu, mengatakan dengan komitmen semua elemen, Pemilu 2019 diharapkan berjalan kondusif hingga hari pencoblosan dan penghitungan suara.
“Kalau ingin Maluku Utara kondusif, harus diperhatikan Daftar Pemilih yang menjadi sumbu konflik agar tidak amburadul dan harus diperbaiki. Semua lapisan masyarakat harus melek dengan DPS,” ujar Masita Nawawi.

Dalam Rapat Pleno tersebut yang dipimpin Ketua KPU Malut Syahrani Soemadayo, KPU menetapkan jumlah pemilih sementara sebanyak 770.064 yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Malut.

Jumlah pemilih laki-laki sebanyak 389.060 sedangkan jumlah pemilih perempuan sebanyak 381.004 sehingga total secara keseluruannya mencapai 770.064. Sedangkan jumlah TPS sebanyak 3.708 yang tersebar di 1.180 desa dan kelurahan dalam 115 kecamatan.

Ketua KPU Syahrani Soemadayo juga berharap Partai politik memperhatikan hak konstituen yang terancam terabaikan karena tidak tercantum di daftar pemilih sementara (DPS) Pemilu 2019. “Parpol jangan sibuk dengan penghitungan suara saja dan berelit politik saja. Pikirkan hak-hak konstituen mereka agar tidak terjadi penggelembungan suara nantinya,” pintanya. (RLS/HI)