Beranda Maluku Utara Double Shift di Ternate Masih terus Digunakan

Double Shift di Ternate Masih terus Digunakan

335
0
BAGIKAN
Foto: Brilio

TERNATE – Penerimaan siswa menggunakan zona dengan tujuan untuk menekan cost atau biaya pengeluaran siswa dan juga pemerataan siswa untuk semua sekolah khususnya di Kota Ternate sementara ini tidak bisa dihindari, hal ini terjadi karena beberapa sekolah yang ada masih memiliki keterbatasan ruang belajar.

Hal tersebut diakui Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) kota Ternate Ibrahim Muhamat, Selasa (3/7).

Menurut Ibrahim Muhamad, penerimaan siswa baru menggunakan zona, karena penggunaan zona ini dengan tujuan untuk menekan biaya ongkos yang digunakan para siswa itu sendiri.

Karena jika harus diterapkan, Peraturan pemerintahan tahun 2018, maka kita tidak bisa memenuhi keinginan masing-masing siswa. “Karena zonasi ini manfaatnya yang pertama adalah, tekan biaya artinya bahwa anak-anak kesekolah dengan jarak yang dekat dan yang kedua agar ada pemerataan, tidak ada sekolah yang membludak siswanya ada tidak ada sekolah yang kosong,” katanya.

Semantara itu,  jika dilihat di Ternate ini tidak ada sekolah favorit, karena dilihat dari ukuran kualitas sekolah itu dari guru.

Mutu guru itu merata, seperti SMP N 1 dan SMP N 6 itu sama, guru ikut ujian prestasi juga. “Ini opini masyarakat saja bahwa SMPN 1 lebih hebat dari SMP Negeri yang lain sehingga orang berbondong-bondong memasukan anaknya di sekolah tersebut tidak seharusnya demikan,” tuturnya.

Ia mengaku, sementara double shift tidak bisa dihindari, karena pertambahan penduduk itu tidak berbanding lurus dengan penyediaan ruang belajar baru. “Double shift masih akan terjadi kita tidak bisa hindari itu,” ungkapnya. (HT)