Beranda Hukrim Demo Diwarnai Kericuhan di Pleno Rekapitulasi

Demo Diwarnai Kericuhan di Pleno Rekapitulasi

1193
0
BAGIKAN
Aksi massa yang dibubarkan polisi. Foto : Ibeng

SOFIFI – Pleno Rekapitulasi dan Perhitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2018 yang berlangsung di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Kilo 40, kecamatan Oba Utara, Sofifi Tidore Kepulauan, Sabtu (07/07) hari ini, ternyata diwarnai aksi unjuk rasa dari massa pendukung pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara nomor urut 3 Abdul Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA).

Massa pendukung paslon tersebut berunjuk rasa didepan kantor KPU Malut kurang lebih pukul 14:15 WIT. Massa menuntut agar KPU dan Bawaslu Maluku Utara supaya melaksanakan pemilihan susulan di enam desa termasuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran di Kabupaten Kepulauan Sula.

Aksi yang dikawal sekitar 750 personil gabungan baik dari Polres, Polda Malut dan TNI kompi Banau itu sempat bersitegang dengn massa aksi, karena massa mencoba menerobos blokade Polisi untuk masuk ke areal rapat pleno.

Akibatnya, aparat kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan cara membubarkan aksi itu menggunakan senjata flash ball (gas air mata), karena massa sendiri telah melakukan perlawan dengan melempari Polisi menggunakan batu dan kayu.

Selain bersitegang dengan Polisi, massa aksi juga sempat bersitegang dengan pendukung paslon AHM-RIVAI. Sebab aksi yang dilakukan itu berdekatan dengan posko paslon nomor urut 1, AHM-RIVAI. Sehingga kedua belah pihak sempat terlibat adu mulut, namun tidak sampai melakukan kontak fisik karena dilerai oleh aparat kepolisian.

Setelah dibubarkan dengan gas air mata, massa aksi unjuk rasa kemudian tidak lagi bersitegang dengan aparat Kepolisian, massa lalu melanjutakan dengan aksi damai hingga usai.

Sementara itu, Kapolres Tidore Kepulauan AKBP Dolly Heriyadi, S.Ik, M.Si ditemui seusai mengamankan massa aksi mengatakan bahwa terkait prihal unjuk rasa yang terjadi dengan sedikit konflik tersebut, pihaknya berhasil mengendalikan sehingga tidak berlangsung lama dan membesar.

“Memang terjadi sedikit konflik antara massa pendemo dengan aparat. Namun dalam hal ini dapat kita kendalikan. Sebelumnya terjadi saling dorong antara massa yang ingin meringsek masuk kedalam dengan pihak aparat Kepolisian,” jelas Kapolres.

Lanjut Kapolres, selain adanya aksi saling dorong, massa juga melakukan pelemparan batu ke aparat. “Sempat terjadi aksi pelemparan, mau tidak mau kita lakukan tindakan pembubaran massa dengan menggubakan senjata flash ball untuk mengurai massa. Dalam hal ini massa dapat dikendalikan. Dan aksi unjuk rasa berjalan dengan aksi damai,” tegas Kapolres.

Untuk pengamanan pleno rekapitulasi dan penghitungan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara tingkat Provinsi di Sofifi yang juga masuk dalam wilayah hukum Polres Tidore, Kapolres menyampaikan keamanan jalannya pleno, pihaknya dibantu BKO dari Polda Malut termasuk back up dari satuan Brimob, Direktorat Sat Sabhara Polda Malut, kemudian kekuatan personil Polres Halbar dan Halteng serta gabungan dari TNI yakni Kompi Banau Ternate.

“Personil yang terlibat diperkirakan sebanyak 750 sekian. Itu belum terhitung pengamanan ring satu sama ring dua yang ada disini. Karena ada cadangan yang dilibatkan dari kompi Banau,” beber Kapolres. (Tim)